Kamis, 14 Juni 2012

Kurang Sinar Matahari Dapat Tingkatkan Risiko Stroke

Kurang Sinar Matahari Dapat Tingkatkan Risiko Stroke 

 Telah lama diketahui bahwa paparan sinar matahari yang cukup dapat menyehatkan tubuh. Penelitian baru menunjukkan bahwa jumlah paparan sinar matahari dapat berperan dalam menentukan risiko stroke. "Kami banyak mendengar mengenai bagaimana matahari mungkin buruk bagi tubuh, misalnya dalam hal kanker kulit.

Tetapi pada penelitian paparan sinar matahari menunjukkan bahwa mungkin ada beberapa hasil positif yang terkait dengan paparan sinar matahari," kata Leslie McClure, seorang profesor biostatistik dari University of Alabama, Birmingham seperti dilansir dari EverydayHealth, Jumat (3/2/2012).

 Prof. McClure dan rekan-rekannya akan mempresentasikan hasil temuan mereka 6 Februari 2012 pada pertemuan American Stroke Association di New Orleans. Untuk menjelajahi hubungan yang mungkin antara matahari dan stroke, peneliti menganalisis data yang dikumpulkan dari studi berkelanjutan yang melibatkan lebih dari 30.000 laki-laki kulit hitam dan putih dan wanita di atas usia 45 tahun. Tim peneliti difokuskan pada sekitar 16.500 orang peserta, yang tidak ada satupun memiliki riwayat stroke atau penyakit jantung pada saat mereka terdaftar dalam penelitian ini. Penelitian tersebut berlangsung antara tahun 2003-2007.

Semua peserta penelitian telah menjalani pemeriksaan fisik. Selain itu, semua peserta penelitian telah menyelesaikan kuesioner mengenai riwayat kesehatan mereka dan tempat mereka pernah tinggal di masa lalu. Selama pemantauan selama 5 tahun, sejumlah 351 dari 16.500 mengalami stroke.

 Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kisaran paparan sinar matahari rendah menghadapi risiko 1,6 kali lebih besar untuk mengalami stroke daripada yang mendapatkan paparan sinar matahari lebih banyak.

 Tim peneliti juga menemukan bukti bahwa mereka yang tinggal pada daerah dengan iklim dingin juga menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk stroke. "Kami masih belum tahu apa yang menyebabkan paparan sinar matahari berhubungan dengan risiko stroke. Ada banyak hipotesis, tetapi kami benar-benar belum memahami mekanisme tersebut," kata Prof. McClure.

 Daerah dengan paparan sinar matahari mungkin juga akan memiliki kadar vitamin D yang rendah. Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk stroke. Studi lain juga mengungkapkan bahwa, orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin D memiliki risiko 11 persen lebih rendah mengalami stroke.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar