Selasa, 28 Desember 2010

Buah dan SAyur yang Cocok untuk si Darah Tinggi

Buah dan Sayur yang Cocok untuk si Darah Tinggi

Punya tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa berisiko mengalami berbagai penyakit serius seperti jantung dan stroke. Makan buah dan sayuran sehat adalah solusi untuk dapat menurunkan tekanan darah.

Hipertensi ditandai dengan tekanan sistolik di atas 14 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Nilai normalnya adalah 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.

Hipertensi sering tidak tertangani dengan baik, karena tidak semua penderita hipertensi menyadari gejalanya hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jangan dibiarkan, karena bisa memicu kerusakan multiorgan termasuk jantung dan ginjal.

Dilansir Livestrong, Rabu (29/12/2010), berikut beberapa buah dan sayuran yang dapat menurunkan tekanan darah:

1. Buah dan sayur tinggi kalium
Diabetes Resource of Long Island menegaskan bahwa buah-buahan dan sayuran kaya kalium dapat menurunkan tekanan darah. 90-99 persen pria dan wanita tidak mengonsumsi jumlah kalium yang cukup.

Buah-buahan dan sayuran tinggi kalium antara lain, bayam, jamur, blewah, jeruk, kubis Brussel, grapefruits, pisang dan kentang.

2. Lycopene pada buah berwarna merah
Buah berwarna merah seperti tomat dan apel juga dapat membantu mengontrol tekanan darah. Hal ini karena buah-buahan berwarna merah mengandung Phytochemical lycopene dan quercetin (antioksidan).

Departemen Pertanian AS melaporkan bahwa uji klinis delapan minggu konsumsi tomat biasa menghasilkan penurunan yang signifikan pada tekanan darah, baik sistolik dan diastolik pada individu dengan hipertensi ringan sampai sedang.

Buah-buahan seperti cranberry, bit, ceri, jeruk merah dan raspberry juga baik untuk menurunkan tekanan darah.

3. Sayur yang kaya magnesium
Sayuran berdaun hijau mengandung vitamin dan mineral yang penting, terutama magnesium. Magnesium merupakan elemen penting untuk menurunkan tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan, seperti yang diperlukan untuk lebih dari 300 reaksi biokimia.

Selain itu, magnesium juga membantu dalam mencegah dan mengelola penyakit hipertensi dan jantung, serta mengatur kadar gula darah. Contohnya pada bayam, brokoli dan sawi hijau.

Bawang Putih Baik untuk Orang Diabetes

Bawang Putih Baik untuk Orang Diabetes

Bawang putih selain sebagai penyedap masakan juga berfungsi sebagai obat herbal. Kandungan dalam bawang putih terbukti membantu mengatasi beberapa penyakit, termasuk juga bagi orang diabetes.

Diabetes melitus adalah penyakit kronik karena gangguan kerja dari insulin. Orang yang sudah terdiagnosa diabetes harus pandai-pandai mengontrol makanan yang ia konsumsi karena diabetes tidak bisa disembuhkan.

Bawang putih bisa menjadi salah satu makanan yang diprioritaskan untuk penderita diabetes. Bawang putih mengandung protein, vitamin A, B-1 dan C, juga terdiri dari mineral penting seperti kalsium (cocok sebagai pencegah hipertensi), magnesium, kalium, besi dan selenium serta asam amino penting.

Dilansir Healthmad, Rabu (29/12/2010), lasuna atau ramuan herbal bawang putih mengandung bahan alami yang sangat membantu untuk mengurangi tingginya kadar gula darah dan juga mengatur tingkat gula berbahaya dalam tubuh.

Tingginya kadar gula dalam tubuh bisa sangat kejam dan berbahaya, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan, seperti kerusakan jantung, serangan jantung, kerusakan ginjal dan begitu banyak tambahan masalah dalam organ-organ tubuh.

Selain itu, bawang putih juga sangat membantu mengurangi tekanan darah tinggi dan mengendalikan gerakan aliran darah pada organ tubuh.

Bawang putih dapat menghentikan pembekuan darah di pembuluh darah tubuh. Lasuna juga dapat membantu kondisi yang berkaitan dengan berbagai masalah dari sistem pencernaan, tumor dan mengembangkan dan memelihara sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, daun pada bawang putih juga memiliki bahan alami yang dapat menghilangkan kandungan merkuri yang mematikan. Serta sangat baik untuk masalah seksual, pasokan energi dan juga menaikkan energi seksual.

Peringatan untuk pesepeda: Bugar Tidak Sama Dengan Sehat

Peringatan untuk Pesepeda: Bugar Tidak Sama dengan Sehat

Tingginya polusi udara terutama di kota-kota besar merupakan ancaman tersendiri bagi pengendara sepeda angin atau pegowes. Meski bugar karena rajin menggowes, risiko kanker dan serangan jantung tetap membayangi jika dampak radikal bebas tidak diantisipasi.

"Harus dibedakan antara kesehatan dengan kebugaran. Atlet yang rajin latihan pasti punya tubuh yang bugar, tapi banyak juga yang meninggal saat pertandingan karena tidak sehat," ungkap Dr Phaidon L Toruan, MM, pakar hidup sehat saat dihubungi detikHealth, Rabu (29/12/2010).

Hal yang sama juga berlaku pada pegowes yang setiap hari mengendarai sepeda di tengah keramaian lalu lintas beserta polusi yang ditimbulkannya. Terus meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di jalanan merupakan ancaman tersendiri bagi para pegowes.

Emisi gas karbon monoksida (CO) dan berbagai polutan lain dapat memberikan dampak langsung bagi kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas dan alergi. Sementara dampak tidak langsungnya adalah radikal bebas, yang jika berikatan dengan kolesterol dapat memicu penyumbatan pembuluh darah.

Pembuluh darah yang tersumbat bisa memicu dampak yang sangat beragam, mulai dari serangan jantung hingga stroke. Dampaknya bisa lebih menakutkan bagi pria, karena penyumbatan pembuluh darah yang menuju penis bisa memicu disfungsi ereksi.

Selain membahayakan jantung dan pembuluh darah, radikal bebas yang berasal dari polusi udara juga diketahui sebagai salah satu faktor pemicu kanker terutama di saluran napas. Dampak lainnya adalah kerusakan sel yang makin cepat, yang memicu berbagai gejala penuaan dini seperti kulit kusam dan keriput.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Dr Phaidon menyarankan para pegowes untuk selalu mengenakan masker sebagai penutup hidung. Bagi yang bersepeda ke tempat kerja, dianjurkan untuk berangkat pagi-pagi sekali ketika udara masih segar karena lalu lintas belum terlalu padat.

Sebagai penangkal radikal bebas, diet yang sehat juga perlu diterapkan antara lain dengan memperbanyak asupan serat dan antioksidan. Kedua zat yang bisa mengurangi risiko kanker itu bisa didapatkan terutama dari sayur dan buah-buahan.

Kenapa Bisa Muncul Lesung Pipit?

Kenapa Bisa Muncul Lesung Pipi?

Lesung pipi yang ada di wajah seseorang memang bisa menambah kecantikan atau ketampanan. Tapi tidak semua orang memiliki lesung pipi di wajahnya. Kenapa ada orang yang memiliki lesung pipi dan ada juga yang tidak?

Beberapa masyarakat ada yang percaya dengan mitos bahwa lesung pipi bisa terbentuk dengan cara menusukkan ujung cabai ke pipi bayi. Tapi ternyata mitos tersebut tidaklah benar, karena lesung pipi terjadi akibat kelainan dari otot pipi yang diturunkan.

Lesung pipi bisa muncul di kedua pipi atau hanya di salah satu pipi saja dan biasanya akan terlihat dengan jelas di wajah seseorang ketika ia sedang tersenyum, berbicara atau tertawa. Beberapa orang memiliki lesung pipi yang dalam dan sangat terlihat, sedangkan yang lainnya hanya terlihat samar-samar.

Fenomena lesung pipi dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung pipi yang dominan. Jika salah satu orangtua atau kakek neneknya memiliki lesung pipi, maka ada kemungkinan lesung pipi ini akan diturunkan ke generasi berikutnya. Anak-anak yang terlahir dari salah satu orangtua dengan lesung pipi akan memiliki kesempatan sebesar 25-50 persen.

Seperti dikutip dari NCTimes, Rabu (29/12/2010) Dr Joel Pessa, seorang ahli bedah plastik di University of Texas Health Science Center dalam makalah yang diterbitkan jurnal Clinical Anatomy tahun 1998, menuturkan lesung pipi disebabkan oleh kecacatan dari otot zygomaticus utama.

Lesung pipi yang muncul pada wajah seseorang diakibatkan oleh otot zygomaticus utama yang lebih pendek daripada ukuran sebenarnya atau otot ini terbelah menjadi dua, kondisi ini menyebabkan adanya lekukan pada pipi.

Ketika seseorang tersenyum atau berbicara, maka ada daya tarik dari kulit yang membuat lesung pipi muncul akibat efek penarikan kulit tersebut. Hal ini diketahui setelah peneliti membedah anatomi wajah 50 mayat yang memiliki lesung pipi. Lesung pipi umumnya tidak terlihat ketika seseorang sedang diam, karena otot pipi tersebut tidak mengalami penarikan atau dalam posisi diam.

Beberapa orang ada yang hanya memiliki lesung pipi ketika masih anak-anak atau muda. Hal ini karena seiring waktu otot wajah ini secara perlahan akan meregang yang membuat lesung pipi memudar atau hilang.

Kamis, 23 Desember 2010

MInuman Berenergi Tidak Bisa Gantikan Makan Nasi

Minuman Berenergi Tidak Bisa Gantikan Makan Nasi

Jakarta, Saat bergadang maupun berolahraga, minuman energi bisa membantu menambah tenaga dan mengembalikan kebugaran. Namun karena sifatnya hanya suplemen, minuman tersebut tidak menggantikan kebutuhan untuk makan nasi.

Sebagaimana diketahui, sumber energi paling utama adalah karbohidrat yang banyak terdapat pada nasi dan sejenisnya. Komponen makronutrien yang lain seperti lemak dan protein juga bisa menjadi sumber energi, namun porsinya sangat kecil.

Kandungan yang terdapat dalam minuman berenergi tidak bisa menggantikan sumber-sumber energi tersebut, karena fungsinya hanya meningkatkan metabolisme. Bahkan jika fungsi metabolisme masih normal, minuman tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Meskipun bergadang sampai jam 11 malam misalnya, jika memang tidak merasa lelah dan masih bugar maka seseorang tidak memerlukan suplemen. Begitupun apabila jam 5 sore sudah mengantuk, maka yang perlu dicek lebih dulu adalah makanannya.

Demikian dikatakan Dr Michael Triangto, SpKO, dalam jumpa pers World Class Stamina World Class Quality di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Jika makanannya sudah cukup mengandung makronutrien tetapi tetap tidak bertenaga, berarti masalahnya terletak pada metabolisme energi. Pada kondisi seperti ini, kandungan taurin, vitamin b kompleks dan kafein pada minuman berenergi bisa membantu memperbaiki.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Michael juga menganjurkan agar suplemen semacam itu tidak dikonsumsi secara berlebihan. Risikonya adalah ketagihan, sebab salah satu kandungan dalam minuman berenergi adalah kafein yang bersifat adiktif.

Menurutnya, adiksi atau ketagihan bisa terjadi apabila kafein (termasuk dalam minuman berenergi) diminum secara berlebihan tanpa tujuan yang jelas. Jika hanya diminum setiap hari selama Piala Dunia agar tidak mengantuk dan tetap produktif, maka kafein tidak akan menyebabkan ketagihan
(up/ir)

Kapan Minuman Berenergi Dikategorikan Doping?

Kapan Minuman Berenergi Dikategorikan Doping?

Jakarta, Salah satu kandungan suplemen minuman berenergi adalah kafein, yang fungsinya menambah tenaga. Oleh karenanya, pada takaran tertentu suplemen tersebut juga bisa dikategorikan sebagai doping.

Kafein pernah masuk dalam daftar doping, namun sejak tahun 2004 digolongkan sebagai bahan yang harus dimonitor. Artinya, kafein baru disebut sebagai doping apabila kadarnya mencapai 12 mcg dalam 1 mL darah.

"Karena mengandung kafein, minuman berenergi dapat menambah tenaga. Namun efek yang sama juga bisa didapat dari minum kopi atau teh, sehingga ada kriteria tertentu untuk bisa disebut doping," ungkap Dr Michael Triangto, SpKO, dalam jumpa pers World Class Stamina World Class Quality di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (24/6/2010).

Secara sederhana Dr Michael menggambarkan, suatu zat dikategorikan sebagai doping apabila menyebabkan peningkatan stamina di luar kewajaran. Kafein bisa menghasilkan efek tersebut, namun tentu saja tidak cukup hanya dengan 1-2 gelas kopi atau minuman berenergi.

"Kandungan kafein dalam minuman berenergi sekitar 50 mg, sedangkan dalam kopi tubruk 80-135 mg. Kadar 12 mcg/mL dicapai apabila 6-8 cangkir kopi diminum dalam sekali duduk," kata Dr Michael yang pernah menangani tim bulutangkis Indonesia pada tahun 1994-2001.

Hal yang sama juga berlaku untuk minuman berenergi. Selama dalam batas kewajaran, suplemen yang mengandung kafein aman dikonsumsi oleh olahragawan dan tidak akan dikategorikan sebagai doping.

Selain kafein, ada beberapa kandungan dalam minuman berenergi yang sering ditambahkan untuk meningkatkan tenaga. Di antaranya adalah vitamin B kompleks, yang memegang peran penting dalam metabolisme/pembentukan energi.

Kafein sendiri dalam metabolisme berperan dalam meningkatkan penggunaan free fatty acid sebagai sumber energi. Keberadaan kafein mengurangi ketergantungan pada cadangan glikogen di hati sebagai sumber energi

Kopi Tak Bikin Dehidrasi

Kopi Tak Bikin Dehidrasi

Jakarta, Banyak orang yang mengira bila minum kopi atau minuman berkafein lainnya dapat menyebabkan dehidrasi. Tapi menurut penelitian terbaru, hal itu tidaklah benar. Kopi tidaklah membuat orang dehidrasi.

Dehidrasi atau gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh, biasanya terjadi jika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak ketimbang yang masuk.

Memang benar, minuman yang mengandung kafein memiliki efek diuretik. Hal ini berarti orang akan buang air kecil setelah minum minuman berkafein, yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

"Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar," kata Katherine Zeratsky, R.D., L.D, editor khusus Food & Nutrition Center, seperti dilansir dari Mayoclinic, Jumat (30/4/2010).

Menurutnya, kafein akan memiliki efek diuretik jika orang mengonsumsinya dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 500-600 miligram atau setara dengan 4 sampai 7 cangkir kopi per hari.

Namun, minuman berkafein tetap akan membuat orang merasa cemas, susah tidur dan merasa cemas.

Dan dari semuanya, air putih tetaplah cara yang terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih merupakan cairan yang bebas kalori, bebas kafein, tidah mahal dan mudah di dapat. Terlebih lagi tidak menimbulkan efek samping dan menyehatkan.