Jumat, 19 Oktober 2012

6 Buah Segar yang Bisa Meningkatkan Kualitas Otak


6 Buah Segar yang Bisa Meningkatkan Kualitas Otak


Selain segar saat dimakan, buah-buahan memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Enam jenis buah berikut bahkan bisa membantu meningkatkan kemampuan otak.

Keluarga berry
Stroberi atau blueberry dipercaya bermanfaat bagi kesehatan otak. Hasil penelitian Dr. Elizabeth Devore bersama timnya dari Harvard Medical School menemukan, wanita yang lebih sering mengonsumsi blueberry dan stroberi punya memori yang lebih baik saat mereka memasuki usia senja.

Sebabnya adalah kandungan anthocyanidins, salah satu jenis antioksidan yang tersimpan dalam buah tersebut. Antioksidan tersebut dipercaya membawa manfaat untuk mencegah kerusakan dan membantu memperbaiki sel-sel otak.

Apel
Buah apel, yang dikenal banyak manfaat, juga bisa membawa pengaruh baik untuk kesehatan otak. Zat quercetin yang terkandung dalam buah apel ternyata bisa membantu melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan otak ini jika tidak dicegah bisa menyebabkan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Karena itu, tidak ada salahnya mengonsumsi satu buah apel setidaknya dalam sehari. Selain baik untuk otak, apel juga dikenal kaya akan antioksidan yang baik untuk pertahanan tubuh. Menurut penelitian oleh lembaga Agriculture and Agri-Food dari Kanada, Apel merah memiliki kandungan antioksidan paling tinggi dibanding warna lain yang lebih pucat.


Jeruk
Kaya akan vitamin C, jeruk terkenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Vitamin C yang tinggi tentu menjadi pelindung yang baik untuk tubuh dari berbagai penyakit. Namun kandungan flavonoids dalam jeruklah yang bermanfaat untuk otak. Sebagai antioksidan, flavonoids bisa melawan efek buruk radikal bebas yang membahayakan otak.

Baik dalam bentuk jus maupun dalam bentuk buah segar, manfaat yang terdapat dalam jeruk bisa dinikmati tubuh. Satu gelas jus jeruk atau satu buah jeruk segar, merupakan makanan yang tepat untuk memulai hari dengan semangat.

Delima

Buah delima (atau yang kini populer dengan sebutan buah pome) juga bisa jadi salah satu pilihan. Buah ini lebih populer dinikmati dalam bentuk jus karena tekstur buahnya yang memiliki banyak biji kecil. Menurut ahli kesehatan David Perlmutter, MD yang merilis buku berjudul 'The Better Brain Book', bagian tubuh paling sensitif terhadap serangan radikal bebas adalah otak.

Delima mengandung antioksidan tinggi yang mampu melawan serangan radikal bebas. Namun perlu diperhatikan jika memilih meminum jus yang sudah jadi. Pelajari komposisi bahan dan jumlah kalori dalam satu gelas jus tersebut. Umumnya jus tersebut telah dicampur dengan gula serta bahan lain yang membuat rasanya lebih nikmat. Karena itu pastikan berapa gelas yang bisa Anda minum agar tak melebihi  kebutuhan kalori harian.

Avokad
Avokad memang tergolong buah berlemak. Namun konsumsi dalam jumlah yang tepat bisa membantu Anda melancarkan aliran darah. Lemak tak jenuh yang terkandung dalam avokad bisa membantu melancarkan aliran darah. Aliran darah yang lancar tentunya bisa membantu membuat otak lebih sehat.

Manfaat lain avokad adalah membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah yang sehat tentunya juga baik untuk peningkatakan kualitas otak. Tetapi batasi konsumsi Anda dalam satu hari. Karena mengandung kalori yang tinggi, cukup nikmati 1/4 sampai 1/2 buah avokad dalam sehari. Sebisa mungkin tanpa tambahan kalori dari gula atau susu.

Tomat

Tomat memiliki kandungan lycopene yang tinggi. Lycopene merupakan salah satu jenis antioksidan yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas. Serangan radikal bebas pada otak bisa menimbulkan kerusakan yang berisiko menyebabkan penyakit Alzheimer.

Tim peneliti dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengatakan, salah satu sebab penuaan otak adalah karena kekurangan lycopene dan zeaxanthin dalam tubuh. Dua jenis antioksidan ini banyak ditemukan dalam buah dan sayur, salah satunya tomat. Studi ini dilakukan sejak tahun 1991 dan melibatkan 1400 orang dalam rentang usia 60-70 tahun. Tidak ada alasan lagi untuk melewatkan potongan tomat dalam salad atau jus tomat yang segar bukan?

Gemuk? Lawan dengan Buah Ini

Gemuk? Lawan dengan Buah Ini


Huff, capek menurunkan berat badan? Padahal kelebihan berat badanbisa memicu berbagai masalah kesehatan. Nah, coba deh mengonsumsi buah persik, plum dan nektarin yang dipercaya melawan obesitas.

Ketiga buah ini merupakan buah-buahan segar yang baik untuk dikonsumsi. Penelitian terbaru oleh Texas AgriLife Research menemukan, senyawa bioaktif dalam ketiga buah itu bisa melawan obesitas terkait diabetes dan penyakit jantung.

Menurut Dr Luis Cisneros-Zevallos, ilmuwan makanan Agrilife Research, senyawa dalam ketiga buah itu bisa menjadi senjata dalam melawan sindrom metabolik dimana obesitas dan peradangan memicu berbagai masalah kesehatan serius.

"Riset kami menunjukkan bahwa buah berbiji keras, seperti persik, plum dan nektarin memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi melawan sindrom ini," jelas Cisneros-Zevallos.

Cisneros-Zevallos menjelaskan bahwa senyawa fenolik (senyawa antioksidan yang banyak terkandung dalam tanaman) yang terkandung dalam buah ini bekerja sebagai anti-obesitas, anti-inflamasi dan anti-diabetes pada barisan sel-sel berbeda dan juga mengurangi oksidasi kolesterol jahat yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa empat kelompok fenolin utama -anthocyanin, asam clorogenic, quercetin dan catechin derivatif - bekerja pada sel berbeda, seperti sel lemak, makrofag dan sel endotel pembuluh darah," ungkap Give Obesity.

Makanlah Buah Sebelum Makan...

Makanlah Buah Sebelum Makan


Buah itu pencuci mulut atau makanan pembuka? Bagi banyak orang di Indonesia, buah kerap diposisikan sebagai pencuci mulut yang disantap setelah mengonsumsi hidangan utama atau makan berat. Padahal, jauh lebih baik jika buah dikonsumsi sebelumnya.

Pada prinsipnya memang, kata ahli gizi Christine Natalie, buah hanyalah pelengkap dalam menu makanan. Mau disantap sebelum atau sesudah, buah tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.

“Kalau dikonsumsinya setelah makan (utama), sebenarnya baik juga. Sebab kandungan air dalam buah dapat membersihkan alat pencernaan, mulai dari mulut, tenggorokan, hingga usus,” ujarnya.

Kendati demikian, Christine mengingatkan, jika setelah makan jadi pilihan waktu untuk mengonsumsi buah-buahan, tentu tidak bisa segera dilakukan. Sebab momentum yang baik adalah tiga jam setelah santapan utama tuntas masuk perut.

Hal ini dilakukan dengan tujuan mengosongkan lambung telebih dahulu. Selain itu, agar makanan yang sudah masuk bisa dicerna dengan sempurna, karena fungsi buah saat itu adalah pembersih alat pencernaan.

Yang berkembang di Indonesia, diakui Christine, memang menempatkan buah sebagai pencuci mulut. Banyak orang justru mengonsumsi buah setelah makan besar. Bagaimana hal itu bisa terjadi? “Sebenarnya hanya pemikiran orang-orang dulu,” ujarnya.

Selain itu, posisi buah juga “ditasbihkah” untuk dikonsumsi setelah makan, karena dalam menu pun diposisikan seperti itu juga. Mengenai sebutannya sebagai pencuci mulut, Christine menuturkan, ‘stempel’ itu melekat lantaran kandungan air dalam buah cukup tinggi.

Namun dia mengakui, walaupun dikonsumsi sesudah makan, buah yang masuk tidak akan memberikan pengaruh negatif apa pun. Kecuali, tentu saja membuat tambah kenyang.

Dia menyarankan sebaiknya buah dikonsumsi sebelum makan utama, bukan sesudahnya. Alasannya, kandungan zat gizi dalam buah dapat lebih banyak terserap oleh tubuh secara maksimal. “Ini juga bagus bagi orang yang sedang melakukan diet,” ungkapnya.

Christine menambahkan, jika dikonsumsi pada pagi hari, hasilnya pun akan sangat baik, yakni mampu meningkatkan kadar gula darah. Jadi, beberapa saat setelah bangun tidur, menjadi waktu yang sangat baik untuk mengonsumsi buah. “Sebab saat itu lambung masih dalam keadaan kosong,” ujar Christine, memberikan alasan.

Bagi dia, semua buah bisa dikonsumsi dan memberikan pengaruh baik bagi kesehatan. Tidak ada pantangan waktu, kapan saja bisa dikonsumsi.

Christine hanya mengingatkan porsi buah yang dikonsumsi. Kalau mau komplit, setiap hari buah yang dikonsumsi sebaiknya terdiri dari lima jenis. Setiap satu macam, cukup 100 gram.

“Tunggu 15 menit, setelah itu kita sudah bisa konsumsi menu utama (makan besar),” terangnya.

Mengunyah Makanan dengan Tepat Usir Sembelit

Mengunyah Makanan dengan Tepat Usir Sembelit


Sembelit atau konstipasi adalah kelainan pada sistem pencernaan. Jika dibiarkan sembelit bisa menjadi obstipasi  yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.
Nah, tak ingin menderita karena sembelit kan? Yuk ikuti langkah mengatasinya. Pramono ahli gizi dari Banjarmasin berbagi tips mengatasi sembelit sebagai berikut :

1. Minum sedikitnya 8 gelas air setiap hari. Minum dengan cara porsi kecil tapi sering.

2. Cukupi serat dalam makanan dengan makan sayur minmal 3 porsi dan buah 2 potong

3. Kunyah makanan dengan cukup usahakan minimal 30 kali sehingga proses pencernaan berlangsung optimal enzim dan hormon dapat bekerja maksimal

4. Kurangi makanan goreng-gorengan, makanan tersebut dapat menghambat proses pencernaan dan menyebabkan sembelit.

5.Hindari Stress/rasa Cemas yang kronik sehingga mempengaruhi kerja otot secara keseluruhan dan menurunkan pergerakan daripada usus.

6. Hindari konsumsi berlebihan minuman yang mengandung kafein seperti, teh, kopi dan softdrink.

7.Hindari Kebiasaan menahan keinginan buang air besar, akibatnya terjadi gangguan dalam pergerakan saluran cerna bawah.

8. Hindari mengkonsumsi obat-obatan seperti :
- Obat maag yang mengandung aluminium atau kalsium
- Antikolinergik atau obat yang mengandung efek antikolinergik seperti anti depressant
- Obat anti nyeri ( analgesic )

9. Hindari Penggunaan berlebihan dari obat pencahar

10. Olahraga secara teratur guna merangsang otot pencernaan berfungsi normal

11. Tarik napas panjang. Luangkan waktu untuk menarik napas panjang, tujuannya adalah untuk meningkatkan aliran darah ke sistem pencernaan. Saat bernapas, sistem saraf Anda akan tenang dan mampu memperlancar proses pencernaan.

0 Jenis Ponsel Radiasi Tinggi dan Sebabkan Tumor Otak

Lembaga peneliti di WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), mengeluarkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa menggunakan ponsel terlalu lama akan mengakibatkan terjadinya tumor otak jenis glioma. Demikian dilansir CNN, Rabu (1/6/2011).
Radiasi ini diukur dalam satuan specific absorbed radiation atau SAR. Berikut 10 ponsel dengan tingkat radiasi tertinggi, urutan mulai dari yang terendah hingga tertinggi dalam kategori berbahaya jika digunakan secara berkala seperti ditulis Cnet.

1.Motorola i576
Tingkat SAR: 1.45

2.Kyocera X-tc
Tingkat SAR: 1.45

3.Kyocera Wild Card M1000
Tingkat SAR: 1.46

4.Motorola Atrix 4G
Tingkat SAR: 1.47

5.LG Chocolate Touch
Tingkat SAR: 1.47

6.HTC Desire
Tingkat SAR: 1.48

7.Motorola Droid 2
Tingkat SAR: 1.49

8.Motorola Droid
Tingkat SAR: 1.49

9.Sanyo Vero
Tingkat SAR: 1.49

10. LG Rumor 2
Tingkat SAR: 1.51

11. ZTE Salute
Tingkat SAR: 1.52

12. Motorola Grasp
Tingkat SAR: 1.51

13. Motorola Defy
Tingkat SAR: 1.52

14. Nokia Astound
Tingkat SAR:1.53

15.Motorola i335
Tingkat SAR: 1.53

16. Kyocera Jax S1300
Tingkat SAR: 1.55

17. Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro
Tingkat SAR: 1.55

18. Sony Ericsson Satio (Idou)
Tingkat SAR: 1.56

19. Motorola Droid 2 Global
Tingkat SAR: 1.58

20. Motorola Bravo
Tingkat SAR: 1.59

Seperti Apa Jadwal Buang Air Besar yang Sehat?

dr. Janfrional 

Tanya:
Saya ingin tahu jadwal buang air besar yang sehat itu seperti apa? Apakah harus setiap hari? Terkadang saya buang air besar 2-3 hari sekali, namun kata ibu saya harusnya sehari sekali. Apa ada yang salah dengan pencernaan saya?

Penanya: Teddy Putra Petir


Jawab:


Dear Teddy Putra Petir,

Anda tidak perlu khawatir. Frekuensi buang air besar (BAB) anda masih dalam batas wajar dan normal. Kebiasaan dan frekuensi BAB pada setiap orang memang berbeda-beda. Frekuensi BAB yang dinilai masih dalam batas wajar adalah mulai dari 3 kali sehari hingga 3 hari sekali. Frekuensi BAB 3 kali atau lebih dalam sehari dinilai sebagai tidak normal (diare), apabila konsistensinya berupa cairan disertai ampas. Apabila konsistensi BAB anda masih solid atau lunak, maka hal tersebut dinilai wajar.

Perbedaan dan variasi frekuensi BAB tersebut terjadi karena perbedaan jenis diet, asupan cairan, dan kecepatan pergerakan usus masing-masing orang. Semakin banyak anda mengkonsumsi serat dan minum air putih, maka BAB anda akan lebih sering dan lebih banyak. Hal ini tentunya baik bagi kesehatan.

Selain makanan, asupan suplemen probiotic juga baik untuk menstabilkan dan melancarkan proses BAB. Probiotik adalah jenis asupan makanan atau zat yang mengandung bakteri yang dapat menunjang fungsi pencernaan. Bakteri yang banyak digunakan sebagai probiotik adalah Lactobacillus acidophillus. Bakteri ini banyak terdapat pada produk olahan susu seperti yogurt dan minuman kesehatan pencernaan yang diproduksi di pasaran.

Semoga membantu. Terima kasih.

Dr. Janfrional

www.meetdoctor.com

Senin, 08 Oktober 2012

Minum Air Saat Makan-Waspadalah..

Waspadai, Minum Air Saat Makan

Penelitian menunjukkan bahwa minum sedikit air selama makan tidak menjadi perhatian. Namun, minum segelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan. Para peneliti menemukan bahwa yang terbaik adalah minum air sebelum makan dan dua jam sesudahnya. Hal ini membantu dalam penyerapan nutrisi.

Sabherwal mengatakan bahwa minum air ketika makan dapat mengencerkan konsentrasi asam lambung (HCl). Untuk mencerna makanan, tubuh memerlukan HCl dengan konsentrasi tertentu. Namun, kerena minum banyak air, konsentrasi HCl berkurang. Akibatnya, hanya sedikit makanan yang bisa dicerna oleh tubuh. Hal ini, jika dibiarkan terus bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Asam lambung, selain membantu pencernaan juga berfungsi sebagai anti bakteri. Jika lambung sudah tidak bekerja optimal, akan dapat mempengaruhi kerja organ pencernaan lainnya menjadi lebih berat sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh.

Agar tak merasa haus ketika makan, Sabherwal menghimbau agar tak terlalu banyak makan makanan yang asin.  "Pastikan makanan Anda tidak terlalu asin karena  akan semakin membuat  haus," kata dia. Agar pencernaan tetap berjalan baik meskipun tanpa dibantu oleh air, ia menyarankan agar mengunyah pelan-pelan. Saat mengunyah, mulut mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan makanan sehingga tugas lambung dalam mencerna makanan menjadi lebih ringan.