Upil Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh?
Dokter spesialis paru-paru asal Austria Prof Dr Friederich Bischinger pernah menyarankan orang untuk makan upil (kotoran hidungnya) sendiri karena diklaim bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
Penemuan Prof Bischinger tahun 2004 itu sempat menjadi kontroversial. Banyak orang awam dan paramedis yang menolak mentah-mentah teori Prof Bischinger dan mengatakan teori itu tidak masuk akal.
Alasannya upil adalah kotoran yang menjijikkan karena lendir kering itu justru menjadi sampah karena berbahaya masuk dalam tubuh. Jika makan upil sama saja dengan makan semua organisme atau bakteri yang harusnya dikeluarkan melalui hidung. Tapi menurut Prof Bischinger mengupil dengan menggunakan jari-jari sendiri adalah sesuatu yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.
"Mengupil dengan menggunakan jari sendiri tentunya bisa menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai jika menggunakan sapu tangan. Selain itu juga bisa menjaga hidung agar tetap bersih," ujar Prof Bischinger, seperti dikutip dari DailyTimes, Selasa (27/4/2010).
Upil itu sendiri terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada dihidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil.
"Makan upil kering adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara medis itu masuk akal dan hal yang wajar untuk dilakukan. Dalam sistem kekebalan, hidung adalah filter yang menyaring banyak bakteri menjadi satu dan ketika campuran ini tiba di usus akan bekerja seperti obat," kata Prof Bischinger.
"Obat moderen selalu berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan metode yang jauh lebih rumit, orang-orang yang mengupil dan memakannya secara alami mendorong sistem kekebalan tubuh mereka secara cuma-cuma," imbuhnya.
Mengupil merupakan kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran. Hal ini tentu saja membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.
Prof Bischinger menunjukkan saat masih kecil anak-anak senang untuk mengupil hidungnya sendiri. Tapi saat beranjak dewasa kebiasaan ini mulai terhalang oleh adanya tekanan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut adalah suatu tindakan menjijikkan dan anti-sosial.
Hasil ini memang cukup mencengangkan, karena selama ini orang menganggap kalau upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Tapi bagi Prof Bischinger, upil juga bisa bertindak sebagai vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta mengaku tidak bisa memberikan komentar apakah penemuan ini terbukti menyehatkan atau tidak. Namun diakui Dr Agus bahwa Prof Bischinger adalah orang yang sangat disegani di dunia medis karena banyak penemuannya yang bermanfaat.
"Banyak teori-teori bedah sinus berasal dari penemuan Prof Bischinger, tapi kalau masalah manfaat upil saya belum paham," kata Dr Agus ketika dihubungi detikHealth, Selasa (27/4/2010).
Tapi pada dasarnya lanjut Dr Agus, tubuh manusia diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan yang canggih dan berlapis-lapis. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam terdapat sistem pertahanan tubuh masing-masing.
Rabu, 30 Maret 2011
Golongan Darah dan Masalah Kesehatan
Golongan Darah dan Masalah Kesehatan
Golongan darah ternyata tidak hanya menentukan ciri khusus darah dari suatu individu, tetapi juga bisa menentukan kepribadian serta kesehatan seseorang. Bagaimana kepribadian dan kesehatan dari empat golongan darah?
"Golongan darah bisa memberikan kunci kesehatan dan bahkan mempengaruhi kepribadian kita," kata Dr Peter J. D'Adamo, dokter naturopathic Kanada, seperti dilansir dari Bodyecology, Kamis (29/4/2010).
Dr D'Adamo dalam bukunya 'Eat/Live Right 4 Your Type' menjelaskan hubungan antara jenis darah A,B,O dan AB dengan pola makan, kesehatan dan kepribadian.
Para ahli di Jepang juga telah melakukan penelitian tentang golongan darah dan kepribadian sejak 60 tahun yang lalu. Bagi sebagian besar orang Jepang, faktor biologi dan genetika memiliki peran dalam menentukan kepribadian.
Berikut adalah beberapa contoh kepribadian dan kesehatan berdasarkan golongan darah menurut Dr Peter J. D'Adamo dan ayahnya James D'Adamo:
1. Darah A
Kepribadian
Cenderung bersifat kooperatif, peka, rajin, penuh gairah, cerdas, dan perfeksionis. Orang dengan golongan darah ini dapat menahan emosi sampai akhirnya meledak. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang kaku dan tidak sabar.
Mereka sebenarnya memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi stres dapat sangat berpengaruh terhadap sikap mereka.
Kesehatan
Golongan darah A cenderung memiliki sistem pertahanan yang sensitif. Terlalu banyak stres dapat melemahkan kekebalan tubuhnya lebih cepat daripada golongan darah yang lain.
Kebanyakan dari mereka memiliki masalah asam lambung yang rendah bahkan sejak dilahirkan, maka diperlukan makanan yang mengandung lebih banyak protein. Menggunakan enzim pencernaan seperti susu berprotein, makanan dan minuman fermentasi adalah keharusan bagi orang dengan golongan darah A.
2. Darah B
Kepribadian
Orang yang bergolongan darah B cenderung lebih seimbang, mereka berpikir seperti darah A namun ambisius seperti darah O. Mereka memiliki empati, mudah memahami pemikiran orang lain, namun sering ragu-ragu untuk menghadapi tantangan. Mereka terkenal sebagai 'bunglon' karena sangat fleksibel.
Kesehatan
Orang yang memiliki golongan darah B memiliki sistem kekebalan yang kuat, tetapi rentan terhadap infeksi virus yang berkembang lambat, seperti lupus dan kelelahan kronis.
Mereka juga mungkin mengalami masalah dengan gula darah yaitu hipoglikemia (kadar gula darah rendah), terutama jika mereka makan makanan yang salah.
3. Darah AB
Kepribadian
Orang dengan golongan darah AB cenderung menjadi sangat menarik dan populer. Mereka tidak memusingkan hal-hal kecil dan terlihat sebagai orang yang religius.
Tidak ada hal yang membosankan bagi orang yang bergolongan darah AB. Tapi hanya ada sekitar 2 sampai 5 persen dari populasi yang bergolongan darah AB.
Kadang-kadang sulit untuk menjadi orang dengan golongan darah AB. Mereka tidak suka dibatasi. Jika merasa sangat dikekang, mereka akan keluar jalur dan melakukan hal-hal dengan cara mereka sendiri.
Kesehatan
Seperti halnya dengan golongan darah A, orang dengan golongan darah AB bereaksi buruk terhadap stres. Mereka lebih kuat dan lebih aktif daripada tipe darah A, tapi mereka perlu memperhatikan tingkat stres sehingga dapat berkompromi dengan sistem kekebalan tubuh mereka.
4. Darah O
Kepribadian
Orang dengan golongan darah O cenderung menjadi penyendiri. Namun, mereka memiliki jiwa pemimpin, intuitif, fokus, mandiri dan berani.
Kesehatan
Orang bergolongan darah O dapat menangani stres lebih baik dari golongan darah lainnya. Mereka memiliki sistem kekebalam tubuh yang kuat, mereka sangat aktif baik fisik atau mental.
Orang dengan golongan darah O cenderung memiliki aliran darah yang lambat. Diperlukan banyak latihan yang kuat sekitar satu jam setiap hari untuk mengatasi hal tersebut.
Tapi menurut Dr D'Adamo, ada banyak faktor lain yang juga mempengaruhi kepribadian seseorang. Tapi setidaknya golongan darah dapat menjadi petunjuk yang berharga untuk memahami keunikan seseorang.
Golongan darah ternyata tidak hanya menentukan ciri khusus darah dari suatu individu, tetapi juga bisa menentukan kepribadian serta kesehatan seseorang. Bagaimana kepribadian dan kesehatan dari empat golongan darah?
"Golongan darah bisa memberikan kunci kesehatan dan bahkan mempengaruhi kepribadian kita," kata Dr Peter J. D'Adamo, dokter naturopathic Kanada, seperti dilansir dari Bodyecology, Kamis (29/4/2010).
Dr D'Adamo dalam bukunya 'Eat/Live Right 4 Your Type' menjelaskan hubungan antara jenis darah A,B,O dan AB dengan pola makan, kesehatan dan kepribadian.
Para ahli di Jepang juga telah melakukan penelitian tentang golongan darah dan kepribadian sejak 60 tahun yang lalu. Bagi sebagian besar orang Jepang, faktor biologi dan genetika memiliki peran dalam menentukan kepribadian.
Berikut adalah beberapa contoh kepribadian dan kesehatan berdasarkan golongan darah menurut Dr Peter J. D'Adamo dan ayahnya James D'Adamo:
1. Darah A
Kepribadian
Cenderung bersifat kooperatif, peka, rajin, penuh gairah, cerdas, dan perfeksionis. Orang dengan golongan darah ini dapat menahan emosi sampai akhirnya meledak. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang kaku dan tidak sabar.
Mereka sebenarnya memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi stres dapat sangat berpengaruh terhadap sikap mereka.
Kesehatan
Golongan darah A cenderung memiliki sistem pertahanan yang sensitif. Terlalu banyak stres dapat melemahkan kekebalan tubuhnya lebih cepat daripada golongan darah yang lain.
Kebanyakan dari mereka memiliki masalah asam lambung yang rendah bahkan sejak dilahirkan, maka diperlukan makanan yang mengandung lebih banyak protein. Menggunakan enzim pencernaan seperti susu berprotein, makanan dan minuman fermentasi adalah keharusan bagi orang dengan golongan darah A.
2. Darah B
Kepribadian
Orang yang bergolongan darah B cenderung lebih seimbang, mereka berpikir seperti darah A namun ambisius seperti darah O. Mereka memiliki empati, mudah memahami pemikiran orang lain, namun sering ragu-ragu untuk menghadapi tantangan. Mereka terkenal sebagai 'bunglon' karena sangat fleksibel.
Kesehatan
Orang yang memiliki golongan darah B memiliki sistem kekebalan yang kuat, tetapi rentan terhadap infeksi virus yang berkembang lambat, seperti lupus dan kelelahan kronis.
Mereka juga mungkin mengalami masalah dengan gula darah yaitu hipoglikemia (kadar gula darah rendah), terutama jika mereka makan makanan yang salah.
3. Darah AB
Kepribadian
Orang dengan golongan darah AB cenderung menjadi sangat menarik dan populer. Mereka tidak memusingkan hal-hal kecil dan terlihat sebagai orang yang religius.
Tidak ada hal yang membosankan bagi orang yang bergolongan darah AB. Tapi hanya ada sekitar 2 sampai 5 persen dari populasi yang bergolongan darah AB.
Kadang-kadang sulit untuk menjadi orang dengan golongan darah AB. Mereka tidak suka dibatasi. Jika merasa sangat dikekang, mereka akan keluar jalur dan melakukan hal-hal dengan cara mereka sendiri.
Kesehatan
Seperti halnya dengan golongan darah A, orang dengan golongan darah AB bereaksi buruk terhadap stres. Mereka lebih kuat dan lebih aktif daripada tipe darah A, tapi mereka perlu memperhatikan tingkat stres sehingga dapat berkompromi dengan sistem kekebalan tubuh mereka.
4. Darah O
Kepribadian
Orang dengan golongan darah O cenderung menjadi penyendiri. Namun, mereka memiliki jiwa pemimpin, intuitif, fokus, mandiri dan berani.
Kesehatan
Orang bergolongan darah O dapat menangani stres lebih baik dari golongan darah lainnya. Mereka memiliki sistem kekebalam tubuh yang kuat, mereka sangat aktif baik fisik atau mental.
Orang dengan golongan darah O cenderung memiliki aliran darah yang lambat. Diperlukan banyak latihan yang kuat sekitar satu jam setiap hari untuk mengatasi hal tersebut.
Tapi menurut Dr D'Adamo, ada banyak faktor lain yang juga mempengaruhi kepribadian seseorang. Tapi setidaknya golongan darah dapat menjadi petunjuk yang berharga untuk memahami keunikan seseorang.
Kopi Tak Bikin Dehidrasi
Kopi Tak Bikin Dehidrasi
Banyak orang yang mengira bila minum kopi atau minuman berkafein lainnya dapat menyebabkan dehidrasi. Tapi menurut penelitian terbaru, hal itu tidaklah benar. Kopi tidaklah membuat orang dehidrasi.
Dehidrasi atau gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh, biasanya terjadi jika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak ketimbang yang masuk.
Memang benar, minuman yang mengandung kafein memiliki efek diuretik. Hal ini berarti orang akan buang air kecil setelah minum minuman berkafein, yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
"Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar," kata Katherine Zeratsky, R.D., L.D, editor khusus Food & Nutrition Center, seperti dilansir dari Mayoclinic, Jumat (30/4/2010).
Menurutnya, kafein akan memiliki efek diuretik jika orang mengonsumsinya dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 500-600 miligram atau setara dengan 4 sampai 7 cangkir kopi per hari.
Namun, minuman berkafein tetap akan membuat orang merasa cemas, susah tidur dan merasa cemas.
Dan dari semuanya, air putih tetaplah cara yang terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih merupakan cairan yang bebas kalori, bebas kafein, tidah mahal dan mudah di dapat. Terlebih lagi tidak menimbulkan efek samping dan menyehatkan.
Banyak orang yang mengira bila minum kopi atau minuman berkafein lainnya dapat menyebabkan dehidrasi. Tapi menurut penelitian terbaru, hal itu tidaklah benar. Kopi tidaklah membuat orang dehidrasi.
Dehidrasi atau gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh, biasanya terjadi jika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak ketimbang yang masuk.
Memang benar, minuman yang mengandung kafein memiliki efek diuretik. Hal ini berarti orang akan buang air kecil setelah minum minuman berkafein, yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
"Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah benar," kata Katherine Zeratsky, R.D., L.D, editor khusus Food & Nutrition Center, seperti dilansir dari Mayoclinic, Jumat (30/4/2010).
Menurutnya, kafein akan memiliki efek diuretik jika orang mengonsumsinya dalam jumlah yang besar, yaitu lebih dari 500-600 miligram atau setara dengan 4 sampai 7 cangkir kopi per hari.
Namun, minuman berkafein tetap akan membuat orang merasa cemas, susah tidur dan merasa cemas.
Dan dari semuanya, air putih tetaplah cara yang terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih merupakan cairan yang bebas kalori, bebas kafein, tidah mahal dan mudah di dapat. Terlebih lagi tidak menimbulkan efek samping dan menyehatkan.
Bagaimana Kafein Memperburuk Menopause Wanita?
Bagaimana Kafein Memperburuk Menopause Wanita?
Setiap wanita mengalami fase menopause dalam kehidupannya, walaupun gejalanya dapat berbeda. Konsumsi kafein dipercaya dapat memperburuk gejala menopause. Bagaimana hal tersebut terjadi?
Wanita menopause bisa mengalami gejala seperti sensasi terbakar (hot flashes), vagina kering, sulit tidur, perubahan suasana hati, dan lainnya. Hal ini bisa diperparah dengan konsumsi kafein, yaitu meningkatkan risiko serangan jantung dan osteoporosis. Kafein juga dapat menyebabkan menopause dini.
Seperti dilansir dari Buzzle, Jumat (18/6/2010), berikut beberapa alasan mengapa kafein memperburuk menopause, yaitu:
1. Konsumsi kopi menghambat penyerapan mineral
Kafein menyebabkan pengurangan serapan magnesium dan kalsium dalam ginjal, sehingga mineral tersebut dikeluarkan oleh urine. Kalsium sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan mempertahankan fungsi dari sistem saraf dan jantung. Magnesium penting untuk fungsi normal tubuh seperti penggunaan efektif glukosa, metabolisme energi, fungsi kesehatan jantung, dan keseimbangan hormon. Kopi juga menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia.
2. Kafein menurunkan kepadatan tulang
Kafein dikaitkan dengan pengingkatan risiko wanita menderita kepadatan tulang rendah. Kafein dihubungkan dengan kehilangan tulang, terutama dijumpai pada wanita yang tidak memiliki cukup kalsium dalam menu hariannya.
3. Kafein meningkatkan gejala sensasi terbakar
Kopi dapat mengganggu tidur, dan hal ini dapat meningkatkan gejala khas pada wanita menopause, yaitu sensasi terbakar dalam tubuh atau hot flashes.
4. Kafein meningkatkan hormon stres
Tingkat hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinephrine meningkatkan karena kafein. Hormon-hormon ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, yang menyebabkan 'respons panik'. Oksigen ke kaki dan otak juga berkurang, dan ada penekanan sistem kekebalan tubuh.
5. Kafein berinteraksi negatif dengan hormon
Wanita menopause yang menjalani terapi hormon dan juga mengkonsumsi kafein dapat meningkatkan kesempatan penyakit Parkinson. Konsumsi kafein juga meningkatkan tingkat homocysteine, yang bertanggung jawab meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.
Selain itu, kafein juga mengganggu metabolisme Gamma-aminobutyric acid (GABA), yang penting untuk pengelolaan stres dan suasana hati. Hal ini jelas memperburuk gejala menopause yang dirasakan wanita.
Setiap wanita mengalami fase menopause dalam kehidupannya, walaupun gejalanya dapat berbeda. Konsumsi kafein dipercaya dapat memperburuk gejala menopause. Bagaimana hal tersebut terjadi?
Wanita menopause bisa mengalami gejala seperti sensasi terbakar (hot flashes), vagina kering, sulit tidur, perubahan suasana hati, dan lainnya. Hal ini bisa diperparah dengan konsumsi kafein, yaitu meningkatkan risiko serangan jantung dan osteoporosis. Kafein juga dapat menyebabkan menopause dini.
Seperti dilansir dari Buzzle, Jumat (18/6/2010), berikut beberapa alasan mengapa kafein memperburuk menopause, yaitu:
1. Konsumsi kopi menghambat penyerapan mineral
Kafein menyebabkan pengurangan serapan magnesium dan kalsium dalam ginjal, sehingga mineral tersebut dikeluarkan oleh urine. Kalsium sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan mempertahankan fungsi dari sistem saraf dan jantung. Magnesium penting untuk fungsi normal tubuh seperti penggunaan efektif glukosa, metabolisme energi, fungsi kesehatan jantung, dan keseimbangan hormon. Kopi juga menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia.
2. Kafein menurunkan kepadatan tulang
Kafein dikaitkan dengan pengingkatan risiko wanita menderita kepadatan tulang rendah. Kafein dihubungkan dengan kehilangan tulang, terutama dijumpai pada wanita yang tidak memiliki cukup kalsium dalam menu hariannya.
3. Kafein meningkatkan gejala sensasi terbakar
Kopi dapat mengganggu tidur, dan hal ini dapat meningkatkan gejala khas pada wanita menopause, yaitu sensasi terbakar dalam tubuh atau hot flashes.
4. Kafein meningkatkan hormon stres
Tingkat hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinephrine meningkatkan karena kafein. Hormon-hormon ini menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, yang menyebabkan 'respons panik'. Oksigen ke kaki dan otak juga berkurang, dan ada penekanan sistem kekebalan tubuh.
5. Kafein berinteraksi negatif dengan hormon
Wanita menopause yang menjalani terapi hormon dan juga mengkonsumsi kafein dapat meningkatkan kesempatan penyakit Parkinson. Konsumsi kafein juga meningkatkan tingkat homocysteine, yang bertanggung jawab meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis.
Selain itu, kafein juga mengganggu metabolisme Gamma-aminobutyric acid (GABA), yang penting untuk pengelolaan stres dan suasana hati. Hal ini jelas memperburuk gejala menopause yang dirasakan wanita.
Gejala Kebanyakan Minum Kopi
Gejala Kebanyakan Minum Kopi
Jakarta, Bagi orang sehat, kopi bisa memberikan banyak manfaat asalkan diminum dalam jumlah yang wajar. Sebaliknya kopi juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan, sebab kandungan kafein di dalamnya memiliki sejumlah efek samping.
Hingga kadar 600 mg atau sekitar 5-6 cangkir kopi, kafein belum akan memberikan efek samping pada orang sehat. Namun perlu diperhitungkan juga, sumber kafein bukan hanya kopi saja tapi meliputi teh, es krim, minuman berenergi dan bahkan obat sakit kepala.
Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini beberapa efek samping jika minum kopi terlalu banyak.
1. Gelisah
Salah satu efek samping kafein bagi kesehatan jiwa adalah memicu kegelisahan. Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.
2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung.
3. Sakit kepala
Beberapa jenis obat sakit kepala menggunakan campuran kafein karena dalam jumlah sedikit senyawa ini memang memiliki khasiat anti nyeri. Namun efek sebaliknya bisa muncul jika dikonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.
4. Gangguan pencernaan
Perut mulas dan rasa mual sering dikeluhkan saat minum kopi terlalu banyak. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.
5. Gangguan kencing
Saat sedang kedinginan di dalam ruangan berpendingin udara, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.
6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Bagi remaja atau paruh baya, efek ini mungkin hanya akan memicu rasa lelah namun bisa berdampak serius bagi kesehatan kaum lanjut usia.
Jakarta, Bagi orang sehat, kopi bisa memberikan banyak manfaat asalkan diminum dalam jumlah yang wajar. Sebaliknya kopi juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan, sebab kandungan kafein di dalamnya memiliki sejumlah efek samping.
Hingga kadar 600 mg atau sekitar 5-6 cangkir kopi, kafein belum akan memberikan efek samping pada orang sehat. Namun perlu diperhitungkan juga, sumber kafein bukan hanya kopi saja tapi meliputi teh, es krim, minuman berenergi dan bahkan obat sakit kepala.
Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini beberapa efek samping jika minum kopi terlalu banyak.
1. Gelisah
Salah satu efek samping kafein bagi kesehatan jiwa adalah memicu kegelisahan. Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.
2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung.
3. Sakit kepala
Beberapa jenis obat sakit kepala menggunakan campuran kafein karena dalam jumlah sedikit senyawa ini memang memiliki khasiat anti nyeri. Namun efek sebaliknya bisa muncul jika dikonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.
4. Gangguan pencernaan
Perut mulas dan rasa mual sering dikeluhkan saat minum kopi terlalu banyak. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.
5. Gangguan kencing
Saat sedang kedinginan di dalam ruangan berpendingin udara, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.
6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Bagi remaja atau paruh baya, efek ini mungkin hanya akan memicu rasa lelah namun bisa berdampak serius bagi kesehatan kaum lanjut usia.
Kopi & Teh yg Lama Diseduh Mengandung Kafein Lebih Tinggi
Kopi & Teh yg Lama Diseduh Mengandung Kafein Lebih Tinggi
Kopi dan teh adalah minuman favorit banyak orang yang sama-sama mengandung kafein. Banyaknya kandungan kafein dalam kopi dan teh sangat bergantung dari proses pengolahan dan cara menyeduhnya. Semakin lama diseduh akan membuat kadar kafeinnya makin tinggi.
Seperti dikutip dari BBCHealth, Selasa (28/12/2010) kopi dan teh yang waktu penyeduhannya lebih lama akan membuat kandungan kafein dalam minuman tersebut semakin tinggi.
Kenapa kopi dan teh yang kelamaan diseduh kafeinnya tinggi?
Hal ini karena kopi atau teh yang lebih lama diseduh akan menyebabkan semakin banyaknya kafein yang keluar dari serbuk kopi atau teh yang lalu berpindah ke dalam cangkir.
Proses pengeluaran kafein itu akan semakian banyak dalam minuman akhir yang terlalu lama diseduh. Gambarannya kopi atau teh yang diseduh 5 menit kafein yang keluar akan semakin banyak dibanding kopi atau teh yang diseduh 3 menit.
Kafein merupakan salah satu jenis senyawa alkaloid yang secara alamiah sudha terdapat di dalam biji kopi, daun mete, daun teh, biji kola, biji cokelat dna juga beberapa minuman penyegar atau soda.
Pada kopi, proses pemanggangan biji kopi turut mempengaruhi kadar kafein yang tersisa. Karena memanggang biji kopi akan menghancurkan beberapa kafein sehingga kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan biji kopi yang tidak dipanggang atau waktunya sebentar saja.
Sedangkan kandungan kafein dari teh dipengaruhi oleh banyak faktor, karenanya tidak selalu teh hitam mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh hijau, atau teh putih memiliki kadar kafein paling kecil.
Faktor terbesar yang mempengaruhi kadar kafein dalam teh adalah bagian dari tanaman teh yang digunakan. Pada tanaman teh, kandungan kafein paling banyak terdapat di tunas daunnya, sedangkan daun yang tua dan batangnya memiliki kadar kafein yang lebih rendah.
Namun teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
Kafein bertindak sebagai stimulan ke jantung dan juga sistem saraf pusat. Selain itu kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka waktu pendek dan belum ada bukti untuk jangka waktu panjang.
Efek kafein terhadap tekanan darah paling mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, atau orang tersebut sangat sensitif. Karenanya orang yang memiliki riwayat hipertensi dan juga ibu hamil harus membatasi asupan kafeinnya yaitu kurang dari 300 mg per hari.
Kopi dan teh adalah minuman favorit banyak orang yang sama-sama mengandung kafein. Banyaknya kandungan kafein dalam kopi dan teh sangat bergantung dari proses pengolahan dan cara menyeduhnya. Semakin lama diseduh akan membuat kadar kafeinnya makin tinggi.
Seperti dikutip dari BBCHealth, Selasa (28/12/2010) kopi dan teh yang waktu penyeduhannya lebih lama akan membuat kandungan kafein dalam minuman tersebut semakin tinggi.
Kenapa kopi dan teh yang kelamaan diseduh kafeinnya tinggi?
Hal ini karena kopi atau teh yang lebih lama diseduh akan menyebabkan semakin banyaknya kafein yang keluar dari serbuk kopi atau teh yang lalu berpindah ke dalam cangkir.
Proses pengeluaran kafein itu akan semakian banyak dalam minuman akhir yang terlalu lama diseduh. Gambarannya kopi atau teh yang diseduh 5 menit kafein yang keluar akan semakin banyak dibanding kopi atau teh yang diseduh 3 menit.
Kafein merupakan salah satu jenis senyawa alkaloid yang secara alamiah sudha terdapat di dalam biji kopi, daun mete, daun teh, biji kola, biji cokelat dna juga beberapa minuman penyegar atau soda.
Pada kopi, proses pemanggangan biji kopi turut mempengaruhi kadar kafein yang tersisa. Karena memanggang biji kopi akan menghancurkan beberapa kafein sehingga kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan biji kopi yang tidak dipanggang atau waktunya sebentar saja.
Sedangkan kandungan kafein dari teh dipengaruhi oleh banyak faktor, karenanya tidak selalu teh hitam mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh hijau, atau teh putih memiliki kadar kafein paling kecil.
Faktor terbesar yang mempengaruhi kadar kafein dalam teh adalah bagian dari tanaman teh yang digunakan. Pada tanaman teh, kandungan kafein paling banyak terdapat di tunas daunnya, sedangkan daun yang tua dan batangnya memiliki kadar kafein yang lebih rendah.
Namun teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.
Kafein bertindak sebagai stimulan ke jantung dan juga sistem saraf pusat. Selain itu kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka waktu pendek dan belum ada bukti untuk jangka waktu panjang.
Efek kafein terhadap tekanan darah paling mungkin terjadi jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, atau orang tersebut sangat sensitif. Karenanya orang yang memiliki riwayat hipertensi dan juga ibu hamil harus membatasi asupan kafeinnya yaitu kurang dari 300 mg per hari.
Efek Kopi Lebih Manjur Pada Perempuan
Efek Kopi Lebih Manjur Pada Perempuan
Bristol, Inggris, Sebagian besar orang cenderung minum kopi untuk mengatasi keadaan stres di tempat kerja. Tapi studi menunjukkan efek ini akan lebih berpengaruh pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein mungkin memiliki efek lebih positif terhadap perempuan daripada laki-laki, setidaknya dalam situasi tertentu seperti saat stres.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology menunjukkan perempuan yang mengonsumsi kopi berkafein akan memiliki performa yang lebih baik saat berada di bawah situasi stres yang penuh tekanan dibanding laki-laki.
Studi yang dipimpin oleh Dr Lindsay St Claire dari University of Bristol bertujuan untuk menguji apakah konsumsi kafein bisa memperparah stres dan mengganggu performa dari suatu tim atau tidak.
Dalam studi ini ia melibatkan 64 laki-laki dan perempuan yang berusia rata-rata 22 tahun. Partisipan diminta menyelesaikan berbagai teka-teki, tugas memori serta bernegosiasi setelah minum kopi berkafein dan yang tanpa kafein.
Setelah mengonsumsi kafein, kinerja laki-laki yang berada di bawah tekanan jauh lebih rendah dari perempuan, dan perempuan yang mengonsumsi kafein bisa memecahkan teka-teki 100 detik lebih cepat dibanding laki-laki.
Para peneliti berteori ketika berada di bawah stres, laki-laki cenderung berperilaku lebih agresif sedangkan perempuan lebih cenderung berkolaborasi. Kondisi inilah yang membuat performa perempuan lebih baik dibanding laki-laki saat berada di bawah stres.
"Kafein meningkatkan dopamin dan bisa membantu seseorang memenuhi kebutuhannya dalam situasi stres," ujar Dr Eric Braverman, direktur PATH Medical di New York, seperti dikutip dari AOLHealth, Senin (24/1/2011).
Braverman menuturkan kafein bisa memberikan dorongan kemampuan pada seseorang untuk mengatasi stres jika tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Hubungan antara stres dan kafein adalah sesuatu yang penting karena masyarakat mengonsumsi kafein sepanjang hari.
Bristol, Inggris, Sebagian besar orang cenderung minum kopi untuk mengatasi keadaan stres di tempat kerja. Tapi studi menunjukkan efek ini akan lebih berpengaruh pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Sebuah studi menunjukkan bahwa kafein mungkin memiliki efek lebih positif terhadap perempuan daripada laki-laki, setidaknya dalam situasi tertentu seperti saat stres.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology menunjukkan perempuan yang mengonsumsi kopi berkafein akan memiliki performa yang lebih baik saat berada di bawah situasi stres yang penuh tekanan dibanding laki-laki.
Studi yang dipimpin oleh Dr Lindsay St Claire dari University of Bristol bertujuan untuk menguji apakah konsumsi kafein bisa memperparah stres dan mengganggu performa dari suatu tim atau tidak.
Dalam studi ini ia melibatkan 64 laki-laki dan perempuan yang berusia rata-rata 22 tahun. Partisipan diminta menyelesaikan berbagai teka-teki, tugas memori serta bernegosiasi setelah minum kopi berkafein dan yang tanpa kafein.
Setelah mengonsumsi kafein, kinerja laki-laki yang berada di bawah tekanan jauh lebih rendah dari perempuan, dan perempuan yang mengonsumsi kafein bisa memecahkan teka-teki 100 detik lebih cepat dibanding laki-laki.
Para peneliti berteori ketika berada di bawah stres, laki-laki cenderung berperilaku lebih agresif sedangkan perempuan lebih cenderung berkolaborasi. Kondisi inilah yang membuat performa perempuan lebih baik dibanding laki-laki saat berada di bawah stres.
"Kafein meningkatkan dopamin dan bisa membantu seseorang memenuhi kebutuhannya dalam situasi stres," ujar Dr Eric Braverman, direktur PATH Medical di New York, seperti dikutip dari AOLHealth, Senin (24/1/2011).
Braverman menuturkan kafein bisa memberikan dorongan kemampuan pada seseorang untuk mengatasi stres jika tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Hubungan antara stres dan kafein adalah sesuatu yang penting karena masyarakat mengonsumsi kafein sepanjang hari.
Langganan:
Postingan (Atom)