SEX ADDICT
Paula Hall, seorang terapis asal Inggris,
mengatakan bahwa satu dari 20 orang menderita sex addict (ketagihan seks).
Sangat banyak dan mengejutkan!
Bahkan ada lagi yang mengatakan bahwa sex addict telah menjadi ciri peradaban saat ini.
Mengerikan bila ini memang benar.
Ketergangantungan seks sebenarnya hanya salah satu dari sekian jenis ketergantungan, seperti ketergantungan zat psikotropika, minuman keras, rokok dan sebagainya yang lebih dulu akrab di telinga kita.
Hanya ketergantungan seks lebih “susah disembuhkan” sebab akar penyebabnya serringkali bukan seks itu sendiri.
Kapan manusia mengenal ketergantungan seks? Jawabannya bisa sepanjang pengetahuan manusia tentang seks itu sendiri.
Ketergantungan seks memiliki siklus mirip lingkaran setan yang selalu berulang.
Siklus berawal dari pikiran (everything starts in the mind), kemudian ke tahap fantasi, ritual, tindakan dan penyesalan.
Tapi kemudian dia akan kembali berpikir tentang seks dan siklus akan berulang.
Adapun karakter orang dengan ketergantungan seks diantaranya adalah :
1. Peselingkuh (berselingkuh dan berhubungan seks dengan banyak orang).
2. Eksibionisme (suka memamerkan alat vital).
3. Terlalu sering melakukan masturbasi.
4. Secara rutin “bertelepon seks”.
5. Secara rutin membuka situs-situs porno.
Kebanyakan para pengidap ketergantungan seks menjadikan hubungan seks sebagai pelarian masalah. Oleh karena itu, penyelesaiannya adalah dengan mencari akar masalahnya dan menyelesaikannya.
Kunci utamanya ada pada pengendalian diri dan cara melihat suatu masalah.
Bagi yang merasa ada ciri-ciri di atas dan mulai memasuki siklus adiksi, belum terlambat untuk menghentikannya.
Sumber : Intisari, Juli 2010
Kamis, 23 September 2010
Akhirnya Misteri Tenggelamnya Kapal Titanic Terungkap
Akhirnya, Misteri Tenggelamnya Kapal Titanic Terungkap
Republika
Republika - Kamis, 23 September
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang terjadi pada 1912 silam ternyata akibat kesalahan kemudi. Kapal pesiar terbesar dan termegah pada saat itu harusnya bisa diselamatkan andaikata sang kapten tidak nekad terus berlayar.
Pada 10 April 1912 RMS Titanic bertolak dari Southampton, Inggris menuju New York, namun pada pelayaran hari keempat kapal yang dibanggakan tak akan bisa tenggelam itu menabrak gunung es dan tenggelam sebelum kapal penyelamat tiba. Sekitar 1.500 penumpang tenggelam bersama kapal megah itu.
Adalah Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari Charles Lightoller, pejabat nomor dua terpenting di kapal Titanic saat itu, yang mengungkap kejadian sebenarnya. Ia mengatakan kebenaran tentang apa yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu telah disembunyikan karena takut menodai reputasi kakeknya, yang juga seorang pahlawan perang.
Lightoller, adalah perwira paling senior yang selamat dari kejadian itu. Namun ia menutupi kesalahan saat penyelidikan tenggelamnya kapal. Karena ia khawatir jika kecelakaan disebabkan kesalahan manusia, maka sang pemilik kapal akan bangkrut dan rekan-rekannya pun keluar dari pekerjaan.
"Padahal mereka dengan mudah bisa menghindari gunung es jika bukan karena perintah yang blunder," kata Patten seperti dikutip Daily Telegraph. Tenggelamnya kapal Titanic yang relatif cepat itu terjadi karena pimpinan mereka memaksa kapten untuk terus berlayar usai menabrak gunung es. "Bukannya kemudi diarahkan ke sebelah kiri gunung es, pemegang kemudi, Robert Hitchins, panik dan belok ke arah yang salah."
Patten menulis perubahan dari kapal layar tradisional menjadi kapal uap berarti ada dua sistem kemudi yang berbeda. Sistem yang satu berarti memutar roda ke satu arah dan sistem lainnya memutar ke arah yang berlawanan.
Setelah mereka sadar telah keliru, Patten menambahkan, mereka hanya memiliki empat menit untuk mengubah arah dan waktu. Perwira Pertama William Murdoch menyadari sang juru mudi salah, kemudian mencoba memperbaiki itu namun terlambat.
Kakek Patten pun ikut dalam rapat terakhir perwira kapal Titanic sebelum kapal itu tenggelam. Di sanalah jelas semua kesalahan fatal yang telah terjadi. Namun yang memperparah kondsii adalah, J. Bruce Ismay, pemilik White Star Line membujuk kapten untuk terus berlayar.
Keputusan inilah yang membuat kapal tenggelam berjam-jam lebih cepat daripada seharusnya. "Padahal kalau Titanic diam saja, ia akan bertahan paling tidak sampai kapal penyelamat datang dan tidak ada yang perlu mati," ungkap Patten. Selama ini diketahui penyebab tenggelamnya kapal mewah itu akibat menabrak gunung es yang merobek lambung kapal yang membuat kapal rusak parah.
Republika
Republika - Kamis, 23 September
REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang terjadi pada 1912 silam ternyata akibat kesalahan kemudi. Kapal pesiar terbesar dan termegah pada saat itu harusnya bisa diselamatkan andaikata sang kapten tidak nekad terus berlayar.
Pada 10 April 1912 RMS Titanic bertolak dari Southampton, Inggris menuju New York, namun pada pelayaran hari keempat kapal yang dibanggakan tak akan bisa tenggelam itu menabrak gunung es dan tenggelam sebelum kapal penyelamat tiba. Sekitar 1.500 penumpang tenggelam bersama kapal megah itu.
Adalah Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari Charles Lightoller, pejabat nomor dua terpenting di kapal Titanic saat itu, yang mengungkap kejadian sebenarnya. Ia mengatakan kebenaran tentang apa yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu telah disembunyikan karena takut menodai reputasi kakeknya, yang juga seorang pahlawan perang.
Lightoller, adalah perwira paling senior yang selamat dari kejadian itu. Namun ia menutupi kesalahan saat penyelidikan tenggelamnya kapal. Karena ia khawatir jika kecelakaan disebabkan kesalahan manusia, maka sang pemilik kapal akan bangkrut dan rekan-rekannya pun keluar dari pekerjaan.
"Padahal mereka dengan mudah bisa menghindari gunung es jika bukan karena perintah yang blunder," kata Patten seperti dikutip Daily Telegraph. Tenggelamnya kapal Titanic yang relatif cepat itu terjadi karena pimpinan mereka memaksa kapten untuk terus berlayar usai menabrak gunung es. "Bukannya kemudi diarahkan ke sebelah kiri gunung es, pemegang kemudi, Robert Hitchins, panik dan belok ke arah yang salah."
Patten menulis perubahan dari kapal layar tradisional menjadi kapal uap berarti ada dua sistem kemudi yang berbeda. Sistem yang satu berarti memutar roda ke satu arah dan sistem lainnya memutar ke arah yang berlawanan.
Setelah mereka sadar telah keliru, Patten menambahkan, mereka hanya memiliki empat menit untuk mengubah arah dan waktu. Perwira Pertama William Murdoch menyadari sang juru mudi salah, kemudian mencoba memperbaiki itu namun terlambat.
Kakek Patten pun ikut dalam rapat terakhir perwira kapal Titanic sebelum kapal itu tenggelam. Di sanalah jelas semua kesalahan fatal yang telah terjadi. Namun yang memperparah kondsii adalah, J. Bruce Ismay, pemilik White Star Line membujuk kapten untuk terus berlayar.
Keputusan inilah yang membuat kapal tenggelam berjam-jam lebih cepat daripada seharusnya. "Padahal kalau Titanic diam saja, ia akan bertahan paling tidak sampai kapal penyelamat datang dan tidak ada yang perlu mati," ungkap Patten. Selama ini diketahui penyebab tenggelamnya kapal mewah itu akibat menabrak gunung es yang merobek lambung kapal yang membuat kapal rusak parah.
Selasa, 21 September 2010
Keuskupan AS Dituntut Atas Skandal Seks Asal India
Keuskupan AS Dituntut Atas Skandal Seks Pastur Asal India
Rita Uli Hutapea - detikNews
Minnesota - Untuk kesekian kalinya Vatikan dituding menutup-nutupi skandal seks para pastur. Kali ini tudingan tersebut dilontarkan pengacara AS, Jeffrey Anderson, yang menuntut keuskupan Minnesota, AS, atas kasus pelecehan seksual oleh pastur Joseph Jeyapaul.
"Kami sedih dan kami cemas. Sedih karena begitu banyak anak yang telah terluka dan karena petinggi-petinggi Vatikan tidak memahami ini dan tetap menyangkal," cetus Anderson seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (6/4/2010).
Pembeberan skandal seks anak oleh para pastur dan dugaan ditutup-tutupinya kasus tersebut oleh Vatikan bahkan Paus Benediktus XVI muncul nyaris setiap hari di beberapa negara belakangan ini.
Bulan lalu, Anderson mengajukan gugatan hukum yang melibatkan seorang pastur AS di Wisconsin, Lawrence Murphy, yang dituduh telah mencabuli sebanyak 200 anak laki-laki di sekolah khusus tuna rungu sejak tahun 1950-an hingga 1970-an.
Kini Anderson kembali mengajukan tuntutan terkait skandal seks pastur Joseph Jeyapaul yang pernah bertugas di Minnesota. Jeyapaul dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja perempuan yang dimulai enam tahun lalu.
Anderson saat ini mengajukan tuntutan terhadap keuskupan Minnesota. Bahkan kemungkinan dia juga akan menuntut sebuah gereja di India, tempat pastur Jeyapaul kini bekerja.
Dalam laporan kepolisian yang disampaikan Anderson, Jeyapaul pernah mengatakan kepada salah satu korbannya bahwa "berdosa jika korban tidak menyentuhnya."
Jeyapaul telah kembali ke negara asalnya, India. Pria berusia 55 tahun itu kini bekerja di keuskupan Ootacamund di India, di kantor yang mengevaluasi para guru.
(ita/nrl)
Rita Uli Hutapea - detikNews
Minnesota - Untuk kesekian kalinya Vatikan dituding menutup-nutupi skandal seks para pastur. Kali ini tudingan tersebut dilontarkan pengacara AS, Jeffrey Anderson, yang menuntut keuskupan Minnesota, AS, atas kasus pelecehan seksual oleh pastur Joseph Jeyapaul.
"Kami sedih dan kami cemas. Sedih karena begitu banyak anak yang telah terluka dan karena petinggi-petinggi Vatikan tidak memahami ini dan tetap menyangkal," cetus Anderson seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (6/4/2010).
Pembeberan skandal seks anak oleh para pastur dan dugaan ditutup-tutupinya kasus tersebut oleh Vatikan bahkan Paus Benediktus XVI muncul nyaris setiap hari di beberapa negara belakangan ini.
Bulan lalu, Anderson mengajukan gugatan hukum yang melibatkan seorang pastur AS di Wisconsin, Lawrence Murphy, yang dituduh telah mencabuli sebanyak 200 anak laki-laki di sekolah khusus tuna rungu sejak tahun 1950-an hingga 1970-an.
Kini Anderson kembali mengajukan tuntutan terkait skandal seks pastur Joseph Jeyapaul yang pernah bertugas di Minnesota. Jeyapaul dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua remaja perempuan yang dimulai enam tahun lalu.
Anderson saat ini mengajukan tuntutan terhadap keuskupan Minnesota. Bahkan kemungkinan dia juga akan menuntut sebuah gereja di India, tempat pastur Jeyapaul kini bekerja.
Dalam laporan kepolisian yang disampaikan Anderson, Jeyapaul pernah mengatakan kepada salah satu korbannya bahwa "berdosa jika korban tidak menyentuhnya."
Jeyapaul telah kembali ke negara asalnya, India. Pria berusia 55 tahun itu kini bekerja di keuskupan Ootacamund di India, di kantor yang mengevaluasi para guru.
(ita/nrl)
Pastur Paedofil Berumur 83 Tahun Ditangkap di Brasil
Pastur Paedofil Berumur 83 Tahun Ditangkap di Brasil
Rita Uli Hutapea - detikNews
Brasilia - Skandal seks pastur-pastur paedofil terus terkuak. Seorang pastur berumur 83 tahun ditahan di Brasil karena diduga mencabuli sejumlah bocah dan remaja laki-laki. Kasus yang menimpa Monsignor Luiz Marques Barbosa dan dua pastur Brasil lainnya itu ramai diberitakan media Brasil.
Skandal ini menghebohkan Brasil ketika jaringan televisi Brasil, SBT bulan lalu menyiarkan video rekaman Barbosa sedang berada di ranjang bersama seorang remaja putra berumur 19 tahun. Rekaman itu tersebar luas di internet.
Menurut SBT, seperti dilansir News.com.au, Selasa (20/4/2010), video tersebut diam-diam direkam pada Januari 2009 dan dikirimkan oleh orang tak dikenal ke stasiun televisi tersebut.
Buntut rekaman itu, parlemen Brasil pun mengadakan investigasi. Hasil penyelidikan, Barbosa dituduh telah mencabuli anak-anak dan remaja laki-laki. Korban Barbosa paling muda berumur 12 tahun. Pastur lanjut usia itu pun ditangkap polisi Brasil pada Minggu, 18 April lalu.
Hakim Romulo Vasconcelos mengatakan pada stasiun televisi Globo TV, dirinya telah memerintahkan penahanan segera Barbosa karena khawatir pastur paedofil itu akan kabur ke luar negeri.
Menurut para penyidik, lebih dari 20 saksi mata telah dipanggil dan sebagian dari mereka bersaksi bahwa Barbosa dan dua pastur Brasil lainnya telah mencabuli anak-anak dan remaja laki-laki. Para korban mengaku dihadiahi pakaian, uang dan hadiah lainnya dari Barbosa.
Gereja Katolik Roma terus diterjang skandal seks para pastur paedofil di Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Latin. Vatikan dan Paus Benediktus XVI bahkan dituding mengetahui sebagian kasus-kasus itu namun tidak mengambil tindakan tegas terhadap para pastur paedofil. Namun Vatikan berulang kali membantah tudingan itu.
Rita Uli Hutapea - detikNews
Brasilia - Skandal seks pastur-pastur paedofil terus terkuak. Seorang pastur berumur 83 tahun ditahan di Brasil karena diduga mencabuli sejumlah bocah dan remaja laki-laki. Kasus yang menimpa Monsignor Luiz Marques Barbosa dan dua pastur Brasil lainnya itu ramai diberitakan media Brasil.
Skandal ini menghebohkan Brasil ketika jaringan televisi Brasil, SBT bulan lalu menyiarkan video rekaman Barbosa sedang berada di ranjang bersama seorang remaja putra berumur 19 tahun. Rekaman itu tersebar luas di internet.
Menurut SBT, seperti dilansir News.com.au, Selasa (20/4/2010), video tersebut diam-diam direkam pada Januari 2009 dan dikirimkan oleh orang tak dikenal ke stasiun televisi tersebut.
Buntut rekaman itu, parlemen Brasil pun mengadakan investigasi. Hasil penyelidikan, Barbosa dituduh telah mencabuli anak-anak dan remaja laki-laki. Korban Barbosa paling muda berumur 12 tahun. Pastur lanjut usia itu pun ditangkap polisi Brasil pada Minggu, 18 April lalu.
Hakim Romulo Vasconcelos mengatakan pada stasiun televisi Globo TV, dirinya telah memerintahkan penahanan segera Barbosa karena khawatir pastur paedofil itu akan kabur ke luar negeri.
Menurut para penyidik, lebih dari 20 saksi mata telah dipanggil dan sebagian dari mereka bersaksi bahwa Barbosa dan dua pastur Brasil lainnya telah mencabuli anak-anak dan remaja laki-laki. Para korban mengaku dihadiahi pakaian, uang dan hadiah lainnya dari Barbosa.
Gereja Katolik Roma terus diterjang skandal seks para pastur paedofil di Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Latin. Vatikan dan Paus Benediktus XVI bahkan dituding mengetahui sebagian kasus-kasus itu namun tidak mengambil tindakan tegas terhadap para pastur paedofil. Namun Vatikan berulang kali membantah tudingan itu.
Uskup Jerman Mengundurkan Diri Usai Pemukulan Anak-Anak
Uskup Jerman Mengundurkan Diri Usai Akui Pemukulan Anak-anak
Rita Uli Hutapea - detikNews
Berlin - Salah seorang uskup terkemuka Jerman mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut telah diajukan Walter Mixa ke Paus Benediktus XVI.
Pengunduran diri dilakukan setelah Mixa memberikan pengakuan bahwa dirinya pernah memukuli anak-anak di panti asuhan. Surat pengunduran diri telah disampaikan uskup Augsburg di Jerman selatan itu kepada Paus pada Rabu, 21 April lalu.
Demikian diberitakan harian lokal Jerman, Augsburger Allgemeine seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/4/2010).
Belum jelas apakah Paus akan secara otomatis menerima pengunduran diri itu.
Semula Mixa membantah tudingan bahwa dirinya pernah memukuli anak-anak di sebuah panti asuhan Katolik Roma pada tahun 1970-an dan 1980-an silam. Namun belakangan, Mixa yang juga merupakan uskup di militer Jerman, mengakui perbuatan tersebut.
Kemudian pada Selasa, 20 April lalu, Mixa secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya itu. Namun Mixa tidak dituduh melakukan pencabulan ataupun kekerasan seks seperti yang dituduhkan kepada pastur-pastur di berbagai belahan dunia.
Beberapa bulan terakhir, gereja Katolik Roma diterpa berbagai skandal seks pastur paedofil. Ratusan korban di Jerman dan negara-negara lain di Eropa, Amerika Serikat serta negara-negara Amerika Latin membeberkan kejahatan seks yang dilakukan para pastur paedofil.
Paus Benediktus XVI bahkan dituding mengetahui sebagian skandal seks pastur tersebut namun tidak mengambil tindakan tegas untuk menghentikannya. Vatikan berulang kali membantah tudingan tersebut.
Rita Uli Hutapea - detikNews
Berlin - Salah seorang uskup terkemuka Jerman mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut telah diajukan Walter Mixa ke Paus Benediktus XVI.
Pengunduran diri dilakukan setelah Mixa memberikan pengakuan bahwa dirinya pernah memukuli anak-anak di panti asuhan. Surat pengunduran diri telah disampaikan uskup Augsburg di Jerman selatan itu kepada Paus pada Rabu, 21 April lalu.
Demikian diberitakan harian lokal Jerman, Augsburger Allgemeine seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/4/2010).
Belum jelas apakah Paus akan secara otomatis menerima pengunduran diri itu.
Semula Mixa membantah tudingan bahwa dirinya pernah memukuli anak-anak di sebuah panti asuhan Katolik Roma pada tahun 1970-an dan 1980-an silam. Namun belakangan, Mixa yang juga merupakan uskup di militer Jerman, mengakui perbuatan tersebut.
Kemudian pada Selasa, 20 April lalu, Mixa secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya itu. Namun Mixa tidak dituduh melakukan pencabulan ataupun kekerasan seks seperti yang dituduhkan kepada pastur-pastur di berbagai belahan dunia.
Beberapa bulan terakhir, gereja Katolik Roma diterpa berbagai skandal seks pastur paedofil. Ratusan korban di Jerman dan negara-negara lain di Eropa, Amerika Serikat serta negara-negara Amerika Latin membeberkan kejahatan seks yang dilakukan para pastur paedofil.
Paus Benediktus XVI bahkan dituding mengetahui sebagian skandal seks pastur tersebut namun tidak mengambil tindakan tegas untuk menghentikannya. Vatikan berulang kali membantah tudingan tersebut.
Skandal Seks Pastur, Gereja Katolik Digrebek
Skandal Seks Pastur, Gereja Katolik Belgia Digerebek
Rita Uli Hutapea - detikNews
Brussels - Aparat kepolisian Belgia menggerebek markas besar gereja Katolik Belgia. Penggerebekan ini dilakukan menyusul dugaan-dugaan baru mengenai kekerasan seksual anak yang melibatkan para pastur.
Ini merupakan pukulan terbaru bagi gereja Katolik yang didera berbagai skandal seks pastur paedofil. Penggerebekan ini dilakukan di saat berlangsungnya pertemuan para uskup di Mechelen, sebelah utara Brussels. Pertemuan itu dihadiri duta besar Vatikan untuk Belgia.
"Dalam konteks investigasi baru-baru ini, para jaksa telah diberitahu mengenai tuduhan-tuduhan mengenai kejahatan terhadap anak-anak di bawah umur yang dilakukan beberapa figur gereja tertentu," kata juru bicara untuk kejaksaan Brussels, Jean-Marc Meilleur.
Sekitar 30 perwira dan penyidik telah menyegel markas keuskupan Mechelen-Brussels untuk memastikan apakah tuduhan-tuduhan itu kuat atau tidak," kata Jean-Marc Meilleur tanpa menjelaskan lebih rinci seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/6/2010).
Gereja Katolik di Belgia telah mengalami beberapa skandal paedofilia terburuk, termasuk kasus uskup berumur 73 tahun, Roger Vangheluwe yang mengaku telah melakukan kekerasan seks terhadap seorang anak laki-laki selama bertahun-tahun.
Skandal seks pastur paedofil kembali merebak sejak tahun lalu di berbagai negara di Eropa, juga Amerika Serikat dan Brasil. Belum lama ini, pemimpin gereja Katolik dunia, Paus Benediktus XVI meminta maaf atas skandal-skandal tersebut.
(ita/nrl)
Rita Uli Hutapea - detikNews
Brussels - Aparat kepolisian Belgia menggerebek markas besar gereja Katolik Belgia. Penggerebekan ini dilakukan menyusul dugaan-dugaan baru mengenai kekerasan seksual anak yang melibatkan para pastur.
Ini merupakan pukulan terbaru bagi gereja Katolik yang didera berbagai skandal seks pastur paedofil. Penggerebekan ini dilakukan di saat berlangsungnya pertemuan para uskup di Mechelen, sebelah utara Brussels. Pertemuan itu dihadiri duta besar Vatikan untuk Belgia.
"Dalam konteks investigasi baru-baru ini, para jaksa telah diberitahu mengenai tuduhan-tuduhan mengenai kejahatan terhadap anak-anak di bawah umur yang dilakukan beberapa figur gereja tertentu," kata juru bicara untuk kejaksaan Brussels, Jean-Marc Meilleur.
Sekitar 30 perwira dan penyidik telah menyegel markas keuskupan Mechelen-Brussels untuk memastikan apakah tuduhan-tuduhan itu kuat atau tidak," kata Jean-Marc Meilleur tanpa menjelaskan lebih rinci seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/6/2010).
Gereja Katolik di Belgia telah mengalami beberapa skandal paedofilia terburuk, termasuk kasus uskup berumur 73 tahun, Roger Vangheluwe yang mengaku telah melakukan kekerasan seks terhadap seorang anak laki-laki selama bertahun-tahun.
Skandal seks pastur paedofil kembali merebak sejak tahun lalu di berbagai negara di Eropa, juga Amerika Serikat dan Brasil. Belum lama ini, pemimpin gereja Katolik dunia, Paus Benediktus XVI meminta maaf atas skandal-skandal tersebut.
(ita/nrl)
Pastur Terkemuka AS DItuduh Paksa 2 Pria Muda Berhubungan Seks
Pastur Terkemuka AS Dituduh Paksa 2 Pria Muda Berhubungan Seks
Rita Uli Hutapea - detikNews
Atlanta - Dua pria asal Georgia, AS mengajukan gugatan atas Eddie Long, seorang pastur terkemuka di Atlanta, Georgia. Kedua pria muda itu menuduh Long telah memaksa mereka melakukan hubungan seks. Kedua pria itu adalah Anthony Flagg (21) dan Maurice Murray Robinson (20).
Gugatan tersebut diajukan pada Selasa, 21 September waktu setempat di DeKalb County, Georgia. Dalam gugatan disebutkan, Long menggunakan posisinya sebagai otoritas spiritual dan uskup untuk memaksa para anggota pria muda dan pegawai di gerejanya, New Birth Missionary Baptist Church, melakukan hubungan seks.
"Terdakwa Long memiliki pola dan praktek memilih sekelompok pria muda anggota gereja dan menggunakan otoritasnya sebagai uskup untuk pada akhirnya membawa mereka ke tahap keterlibatan dalam hubungan seksual," demikian bunyi gugatan seperti diberitakan CNN, Rabu (22/9/2010).
Long disebut-sebut sebagai salah satu pastur kulit hitam ternama di AS. Gereja yang dipimpinnya memiliki lebih dari 25 ribu anggota jemaat. Mantan Presiden AS George W. Bush juga pernah mengikuti kebaktian di gereja tersebut, begitu pula dengan tiga presiden AS sebelumnya.
Dalam gugatan Flagg disebutkan, Long mengajak pria muda itu dalam perjalanan ke sejumlah kota-kota AS dalam beberapa tahun terakhir. Saat itulah pemaksaan hubungan seks terjadi.
"Long tidur seranjang dan terlibat kontak seksual intim dengan penggugat Flagg termasuk mencium, memijat, masturbasi dengan penggugat Flagg oleh terdakwa Long dan kontak seksual oral," demikian bunyi gugatan Flagg.
Long juga pernah mengajak Robinson ke Auckland, Selandia Baru pada Oktober 2008 lalu dan melakukan oral seks dengan pria muda itu.
"Menyusul kunjungan Selandia Baru tersebut, terdakwa Long kerap melakukan sentuhan seksual dan perbuatan-perbuatan seksual lainnya dengan penggugat Robinson," demikian bunyi gugatan Robinson.
Namun juru bicara Long, Art Franklin membantah semua tuduhan tersebut. "Sangat disayangkan bahwa seseorang telah mengambil tindakan ini," ujarnya. "Firma hukum kami akan merespons begitu para pengacara punya kesempatan untuk meninjau gugatan tersebut," tandasnya.
Rita Uli Hutapea - detikNews
Atlanta - Dua pria asal Georgia, AS mengajukan gugatan atas Eddie Long, seorang pastur terkemuka di Atlanta, Georgia. Kedua pria muda itu menuduh Long telah memaksa mereka melakukan hubungan seks. Kedua pria itu adalah Anthony Flagg (21) dan Maurice Murray Robinson (20).
Gugatan tersebut diajukan pada Selasa, 21 September waktu setempat di DeKalb County, Georgia. Dalam gugatan disebutkan, Long menggunakan posisinya sebagai otoritas spiritual dan uskup untuk memaksa para anggota pria muda dan pegawai di gerejanya, New Birth Missionary Baptist Church, melakukan hubungan seks.
"Terdakwa Long memiliki pola dan praktek memilih sekelompok pria muda anggota gereja dan menggunakan otoritasnya sebagai uskup untuk pada akhirnya membawa mereka ke tahap keterlibatan dalam hubungan seksual," demikian bunyi gugatan seperti diberitakan CNN, Rabu (22/9/2010).
Long disebut-sebut sebagai salah satu pastur kulit hitam ternama di AS. Gereja yang dipimpinnya memiliki lebih dari 25 ribu anggota jemaat. Mantan Presiden AS George W. Bush juga pernah mengikuti kebaktian di gereja tersebut, begitu pula dengan tiga presiden AS sebelumnya.
Dalam gugatan Flagg disebutkan, Long mengajak pria muda itu dalam perjalanan ke sejumlah kota-kota AS dalam beberapa tahun terakhir. Saat itulah pemaksaan hubungan seks terjadi.
"Long tidur seranjang dan terlibat kontak seksual intim dengan penggugat Flagg termasuk mencium, memijat, masturbasi dengan penggugat Flagg oleh terdakwa Long dan kontak seksual oral," demikian bunyi gugatan Flagg.
Long juga pernah mengajak Robinson ke Auckland, Selandia Baru pada Oktober 2008 lalu dan melakukan oral seks dengan pria muda itu.
"Menyusul kunjungan Selandia Baru tersebut, terdakwa Long kerap melakukan sentuhan seksual dan perbuatan-perbuatan seksual lainnya dengan penggugat Robinson," demikian bunyi gugatan Robinson.
Namun juru bicara Long, Art Franklin membantah semua tuduhan tersebut. "Sangat disayangkan bahwa seseorang telah mengambil tindakan ini," ujarnya. "Firma hukum kami akan merespons begitu para pengacara punya kesempatan untuk meninjau gugatan tersebut," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)