Selasa, 27 Januari 2015

Keluarkan Satu Kaki dari Selimut Agar Tidur Lebih Nyenyak...



Keluarkan Satu Kaki dari Selimut Agar Tidur Lebih Nyenyak...

Saya mulai memikirkan hal itu baru-baru ini ketika saya iseng mengobrol dengan seorang teman tentang betapa cuaca di New York saat ini nyaman dan dingin, dan betapa nyenyaknya tidur ketika cuaca di luar lebih dingin. Dia menjawab dengan sebuah formula untuk tidur malam yang sempurna: “Satu kaki keluar dari bawah selimut, dan angin sepoi-sepoi dari jendela.”

Saya kemudian sadar ternyata selama ini saya melakukan hal yang sama, membiarkan satu kaki saya keluar dari selimut, tapi jujur saya tidak tahu kenapa saya melakukannya. Untuk mengetahuinya, saya berbicara dengan Natalie Dautovitch, seorang juru bicara dari National Sleep Foundation dan seorang profesor psikologi di Universitas Alabama.

Penelitian Dautovitch berfokus pada chronopsychology, yaitu tentang bagaimana rutinitas dan ritme biologis kita berfluktuasi sepanjang hari dan malam, serta tentang bagaimana hal tersebut memengaruhi kesehatan dan hidup kita. Meski dia mengatakan tidak pernah ada penelitian mana pun yang secara spesifik mengarah pada pertanyaan saya, dia menggunakan beberapa teori berdasarkan penelitiannya.
Menurutnya itu ada hubungannya antara tidur dan suhu.

Para peneliti tidur menemukan bahwa sebelum Anda tertidur, suhu tubuh Anda mulai menurun, dan ketika sampai pada tahap tidur nyenyak, tubuh Anda berada pada suhu yang paling dingin, sekitar satu atau dua derajat di bawah normal.

Para peneliti meyakini bahwa suhu yang lebih dingin bisa menyebabkan kantuk. Meski proses penurunan atau pendinginan suhu sebelum tidur itu terjadi secara alami, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses tersebut, misalnya dengan mandi air hangat sebelum tidur. Ketika Anda meninggalkan bak mandi, suhu tubuh Anda akan dengan cepat mendingin, memicu perasaan mengantuk. Meminum minuman hangat juga bisa memberikan efek serupa.

Kembali ke masalah kaki, “Kemungkinan kaki sedang berusaha untuk mendinginkan tubuh karena suhu tubuh kita masih terlalu hangat untuk tidur,” kata Dautovitch.

Tapi kenapa harus kaki? Permukaan kulit dari telapak tangan dan kaki kita sangat unik, Dautovitch menjelaskan, karena keduanya tidak memiliki rambut dan karena mereka mengandung struktur vaskular khusus yang membantu mengeluarkan panas tubuh. Secara khusus, tangan dan kaki berisi pembuluh darah yang disebut arteriovenous anastomoses – yang ditambah dengan tidak adanya rambut pada bagian bawah kaki Anda – menjadi desain sempurna untuk membantu melepaskan panas tubuh.

Jadi, jika kita menggabungkan hal tersebut dengan apa yang diketahui para ilmuwan tentang penurunan suhu tubuh saat tidur, maka sangat mungkin bahwa “membiarkan satu kaki Anda berada di luar selimut akan membuat kualitas tidur lebih baik,” kata Dautovitch.

Secara umum orang-orang cenderung tidur sangat nyenyak di ruangan yang lebih dingin, sekitar 19 derajat Celcius, ujarnya. Jadi jika Anda butuh suhu yang tepat untuk tidur, nyalakan AC atau kipas angin saja. (dh/ik)

13 Makanan Yang Membuat Anda Lebih Cepat Tua



13 Makanan Yang Membuat Anda Lebih Cepat Tua

Tahukah Anda jika ada beberapa makanan yang membuat Anda terlihat tua.
Proses penuaan dini memang dipengaruhi banyak faktor dan salah satunya makanan yang dikonsumsi. Makanan ini biasanya dikonsumsi bertahun-tahun tanpa Anda sadari efeknya pada tubuh Anda.
Ketika makanan sehat diabaikan, maka beberapa perubahan dalam tubuh Anda membuat Anda menjadi lebih tua cepat terlihat. Salah satunya adalah kulit dan gigi yang cepat rusak dan terlihat kusam.

Berikut beberapa makanan yang bisa membuat Anda terlihat cepat tua:
Gula Pasir
Gula mungkin enak di lidah Anda, tetapi itu membuat usia Anda lebih cepat. Batasi konsumsi dan mencoba untuk berhenti mengemil permen.

Alkohol
Kita semua mengetahui fakta bahwa alkohol berbahaya bagi kesehatan. Tetapi beberapa dari kita tidak tahu bahwa itu mempercepat proses penuaan dalam diri kita. Jika Anda ingin tetap fit, sehat dan muda, Anda harus tinggal jauh dari alkohol.

Garam
Makanan asin dapat membantu Anda memanjakan lidah Anda, tetapi mereka adalah salah satu makanan yang paling berbahaya yang mempercepat proses penuaan. Pastikan bahwa Anda meminimalkan penggunaan garam dalam makanan Anda.

Pemanis buatan
Senyawa buatan berbahaya. Namun sebuah penelitian baru mengatakan bahwa mereka juga bertanggung jawab untuk mempercepat proses penuaan. Jauhi semua makanan yang mengandung pemanis mungkin keputusan paling bijaksana yang dapat Anda ambil.

Lemak jenuh
Lemak jenuh bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan Anda. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, lemak dapat benar-benar merusak kesehatan Anda.


Soda
Jika Anda mulai mendapatkan kecanduan soda, usia Anda mungkin akan terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

Makanan cepat saji
Sebagian besar makanan cepat tidak siap untuk menyehatkan tubuh Anda. Mereka memang memanjakan lidah Anda. Menikmati mereka sebulan sekali tidak membuat banyak perbedaan, tetapi jika berlebihan maka tidak baik untuk tubuh Anda.

Daging merah
Daging adalah salah satu makanan favorit bagi kebanyakan dari kita. Tapi makan makanan vegetarian lebih baik jika Anda ingin terlihat lebih muda. Daging merah adalah salah satu makanan yang membuat Anda lebih tua.

Teh hitam
Adalah baik untuk mengurangi asupan teh hitam juga. Tidak apa-apa untuk minum secangkir teh tapi jangan biasakan seperti yang termasuk dalam daftar makanan yang membuat Anda terlihat tua.

Kafein
Jika Anda pecandu kopi, maka proses penuaan Anda tidak disadari dipercepat.


Makanan olahan
Makanan olahan adalah makanan yang paling berbahaya yang membuat Anda terlihat lebih tua. Setiap makanan olahan Anda mengambil mempengaruhi tubuh Anda dalam beberapa atau cara lain. Bahkan, hal itu menyebabkan obesitas dan banyak masalah lain juga. Makanan olahan merupakan salah satu makanan yang membuat Anda gemuk.

Minyak nabati
Masalah utama dengan minyak nabati adalah bahwa mereka dengan cepat membangun lemak dalam tubuh Anda. Jika gaya hidup Anda tidak memiliki aktivitas apapun, Anda akan memiliki dua masalah. Salah satunya adalah obesitas dan lain tanda-tanda penuaan dalam tubuh Anda.

Makanan pedas
Makanan pedas menyebabkan banyak reaksi dalam tubuh Anda. Makanan pedas mencicipi kadang-kadang bisa merangsang tetapi tidak untuk dinikmati setiap hari jika Anda ingin terlihat baik.


Jumat, 16 Mei 2014

7 Tips Atasi Ngorok...

7 Tips Atasi Ngorok...

Bagaimana tidur Anda semalam? Apakah nyenyak atau Anda terganggu dengan ngorok mitra ranjang Anda? Kebiasaan mendengkur atau mengorok tidak hanya mengganggu orang yang tidur di samping kita. Tapi juga dapat mengganggu kesehatan sang pengorok itu sendiri.


Sekitar 75% orang yang mendengkur ketika tidur mengalami obstructive sleep apnea yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Ikuti tips-tips di bawah ini yang dapat membantu Anda menghentikan timbulnya dengkuran. 

1.          Ubah posisi tidur
 
Saat tidur terlentang, pangkal lidah jatuh ke dinding belakang kerongkongan, menyebabkan suara bergetar ketika tidur. Tidur dengan posisi miring dapat membantu mencegah hal ini terjadi. Jika dengan perubahan posisi masih terdapat dengkuran, mungkin sudah ada obstructive sleep apnea.  

2.          Turunkan berat badan

Penurunan berat badan dapat membantu beberapa orang dengan kebiasaan tidur mendengkur. Peningkatan lemak pada daerah leher menekan diameter internal kerongkongan, sehinga lebih mungkin tertutup dan menyebabkan suara dengkuran. 

3.          Hindari konsumsi alkohol

Alkohol dan sedative mengurangi tonus istirahat otot bagian belakang kerongkongan. Konsumsi alkohol 4 – 5 jam sebelum tidur memperberat dengkuran.  

4.          Tidur sehat

Jika Anda terlalu lelah, Anda dapat  masuk ke dalam tahap tidur yang dalam, otot menjadi lebih lemah, sehingga dengkuran lebih mudah timbul. Hindari bekerja terlalu keras sehingga kurang tidur.

5.          Buka rongga hidung

Jika rongga hidung tersumbat karena Anda sedang pilek, udara yang keluar masuk dapat menyebabkan suara dengkuran. Mandi air panas sebelum tidur dapat membantu mengatasi hidung yang tersumbat. Anda juga dapat membilas rongga hidung dengan air garam.  

6.          Ganti bantal

Alergen dalam kamar dan pada bantal dapat menjadi faktor risiko timbulnya dengkuran. Tungau debu berakumulasi di bantal dan dapat mencetuskan reaksi alergi yang menyebabkan mendengkur. Membiarkan binatang piaraan tidur di atas bantal yang sama juga dapat menjadi faktor tisiko. Bersihkan bantal setiap dua minggu dan ganti setiap 6 bulan untuk menjaga jumlah tungau debu dan alergen lain. Hindari memasukkan binatang piaraan ke dalam kamar.  

7.          Cukup minum

Ketika tubuh kekurangan cairan, sekret hidung menjadi lebih kental dan menyebabkan dengkuran.

Kenali Gejala Stroke Sebelum Terlambat...

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik.
 
Seseorang yang mengalami serangan stroke harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mencegah berlanjutnya kerusakan di otak dan kemungkinan untuk pulih menjadi normal. 

Masa golden period adalah tiga jam setelah stroke mulai menyerang. Karena pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindar dari stroke, bila langsung ditangani dengan benar. Hal ini dapat menolong penderita untuk mengalami stroke yang lebih berat.

Bagaimana mengetahui gejalanya?

Keterlambatan dalam penanganan stroke dapat meningkatkan resiko kecacatan dan bahkan kematian. Waktu merupakan hal yang sangat penting sehingga semua orang harus mengetahui gejalanya dan bertindak cepat. Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke. 

A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi. 

Kenali juga gejala stroke lainnya seperti:


  • Pingsan

  • Kehilangan kesadaran

  • Kelumpuhan tiba-tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh

  • Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata

  • Kesulitan berjalan

  • Gangguan koordinasi atau keseimbangan

5 Gejala Stroke...

5 Gejala Stroke...


Stres yang berakumulasi dapat menjuruskan tubuh yang semula sehat menjadi terpapar penyakit degeneratif. Kolesterol akibat stres dan hipertensi akibat stres merupakan dua kunci pencetus serangan stroke.

Stroke dapat terjadi kapan saja, dan dimana saja. Stroke merupakan gangguan neurologis akibat tersumbatnya pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah yang ada di otak (stroke hemoragik). Otak adalah organ yang berfungsi mengatur fungsi dari berbagai organ yang lain. Jadi ketika terjadi gangguan pada otak, akan berdampak pada fungsi organ lain.

Gejala Stroke Berikut 5 GejalanyaGangguan akibat stroke dapat dibatasi dengan deteksi yang cepat dan penanganan yang tepat. Mari kita kenali berbagai gejala awal dari gangguan stroke:

1. Kelemahan pada wajah, tangan atau kaki pada satu sisi tubuh.

Salah satu fungsi otak adalah mengatur kekuatan otot. Bagian otak tertentu mengatur bagian tubuh yang berbeda. Apabila bagian otak tertentu terganggu maka akan menimbulkan gangguan pada bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak tersebut. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien stroke adalah kelemahan tubuh. Pasien stroke akan mengeluh bicara menjadi pelo, atau mata tidak bisa membuka.

2. Kehilangan penglihatan, koordinasi tubuh, sensasi secara tiba-tiba.

Keluhan lain yang dapat dikeluhkan oleh pasien stroke adalah kehilangan kemampuan sensorik. Kemampuan sensorik dapat berupa gangguan melihat, dan gangguan memahami percakapan.

3. Sakit kepala tiba-tiba

Apabila seorang mengalami stroke perdarahan, maka akan terjadi peningkatan tekanan di dalam otak. Karena rongga tengkorak yang luasnya tetap harus menerima volume tambahan berupa darah, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan dalam tengkorak. Peningkatan tekanan ini akan menyebabkan keluhan sakit kepala tiba-tiba yang hebat.

4. Mual dan muntah

Peningkatan tekanan dalam kepala juga akan menyebabkan terangsangnya reseptor mual. Hal ini akan menyebabkan penderita stroke mengalami keluhan mual hebat dan muntah.

5. Kehilangan kesadaran

Otak merupakan pusat kesadaran. Jika terjadi gangguan penyaluran oksigen ke otak, maka kesadaran penderita stroke akan menurun. Pasien akan cenderung tertidur, lemah dan pada keadaan yang lebih parah, pasien akan mengalami koma.
Demikian lima gejala stroke yang patut Anda waspadai. Gejala ini bukanlah tanda pasti diagnosis stroke karena banyak penyakit lain juga memiliki gejala yang sama. Karena itu, ada baiknya gejala ini dipastikan lagi dengan melakukan pemeriksaan fisik ke dokter.
alvin nursalim
 

Oleh dr. Alvin Nursalim

Senin, 12 Mei 2014

5 Kebiasaan yang Menyebabkan Perut Buncit

Rajin berolaraga mungkin menjadi pilihan banyak orang untuk menurunkan berat badan. Namun, untuk menjaga berat badan, ternyata tidak cukup hanya dengan berolaraga, melainkan harus menjaga pola hidup sehat. Salah satunya dengan menghindari beberapa kebiasaan buruk yang bisa mengakibatkan penimbunan lemak di perut. 

Seperti apa kebiasaan buruk tersebut, dilansir dari Lifespan, Kamis, 1 Mei 2014, berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang mesti Anda hindari jika ingin memiliki perut rata.


1. Minum-minuman bersoda

Jika tidak bisa melewatkan hari tanpa mengkonsumsi minuman bersoda, Anda bisa dikatakan tidak menyayangi tubuh sendiri. Menurut penelitian, meminum sekaleng soda setiap hari bisa menyebabkan lingkar pinggang Anda meningkat lima kali lebih cepat dibanding orang yang tidak mengkonsumsi soda. Sebab, soda memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga memicu keinginan Anda untuk makan lebih banyak.


2. Makan dengan piring besar  

Baik makan prasmanan atau makan biasa di rumah Anda harus memperhatikan ukuran piring yang digunakan. Sebuah survei yang dilakukan di antara penderita obesitas menemukan bahwa mereka lebih memilih piring yang lebih besar. Piring besar memungkinkan Anda mengambil makanan lebih banyak. Efeknya, Anda mengkonsumsi makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.


3. Makan tengah malam

Meskipun secara alami tubuh akan membakar timbunan lemak saat tidur, mekanisme itu tidak akan bekerja baik jika Anda tidur dengan perut kenyang. Makan saat larut malam membuat Anda akan tertidur dengan kondisi perut penuh. Selain memicu timbunan lemak di perut, berbaring dengan perut kenyang juga bisa mengganggu pencernaan. Untuk mengatasinya, Anda bisa makan dengan porsi kecil pada malam hari dan tidak berbaring selama tiga jam setelah makan.


4. Makan ketika sedih dan marah

Emosi yang memuncak bisa membuat Anda makan lebih banyak. Tak baik jika Anda sering melampiaskan kekesalan pada makanan. Asupan makanan yang tidak terkontrol akan membuat timbunan lemak pada perut. Anda bisa mengubah kebiasaan buruk ini dengan banyak minum air putih saat marah.


5. Mengurangi waktu tidur

Idealnya, orang dewasa harus tidur tujuh sampai sembilan jam setiap malam. Ketika Anda gagal memenuhi waktu tidur tersebut, tingkat kortisol (hormon stres) akan naik dan mendorong Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung gula.

Minuman Berkarbonasi, Benarkah Berbahaya?...

BANYAK di antara kita, termasuk anak-anak, yang menyukai minuman berwarna dengan rasa terutama minuman bersoda atau minuman berkarbonasi. 

Tidak hanya dalam acara perayaan tertentu, minuman berkarbonasi juga banyak dikonsumsi sehari-hari. 

Nah, seiring berkembanganya teknologi seputar makanan dan minuman, masyarakat semakin memperhatikan efek makanan atau minuman yang mereka konsumsi. Termasuk tentang beberapa mitos sehubungan minuman bersoda. Muncul berbagai mitos yang mengatakan bahwa minuman berkarbonasi atau minuman bersoda dapat mengakibatkan obesitas, kerusakan gigi, dan lain sebagainya. Benarkah demikian?

Apa sebenarnya minuman berkarbonasi? Saat ditemui dalam diskusi tentang efek karbonasi dalam minuman terhadap kesehatan, Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS (ahli gizi dan pakar teknologi pangan) menerangkan tentang penggunaan karbonasi dalam minuman. 

Sesuai namanya, karbonasi merupakan proses memasukkan karbondioksida (CO2) ke dalam cairan secara tidak permanen dengan menggunakan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa yang  "krenyes" atau "menggigit" di lidah. 

Namun Anda tidak perlu khawatir dalam penggunaan bahan CO2 karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menetapkan bahwa CO2 merupakan bahan pengarbonasi yang diizinkan penggunaannya pada produk pangan dan tidak dianggap berbahaya. 
Bila kemasan minuman bersoda atau berkarbonasi sudah dibuka dan dibiarkan lama terbuka, maka sensasi krenyes atau menggigitnya akan berkurang dan lama-lama menghilang. 

Menariknya, saat tertelan, ternyata sebagian besar karbonasi dalam minuman bersoda sebenarnya tidak sampai ke lambung. Sebab, sebagian besar gasnya telah menguap saat kemasan minuman dibuka. Gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran pencernaan. Jumlah gas yang diserap tubuh pun relatif sangat kecil dibandingkan dengan jumlah karbondioksida yang dihasilkan tubuh kita secara alami. 

Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kandungan gas dalam minuman berkarbonasi yang Anda konsumsi, asalkan Anda mengonsumsinya secara normal dan tidak berlebihan, bukan sebagai pengganti air putih.