Senin, 18 April 2011

Kebiasaan Yang Bisa Merusak Cara Kerja Otak

KEBIASAAN YANG BISA MERUSAK CARA KERJA OTAK


Hey temen2…… qta belajar bareng yuuuukz….???
Kebiasaan apa ajah sih yg bisa merusak cara kerja otak???Monggo2 disimak brg2…. Siapa tao diantara qta ada yg masih melakukan kebiasaan tersebut.hehee…..

Semoga bermanfaat…….

1. Tidak mau sarapan.
Hayoo….. Siapa ni yg jarang sarapan ato malah nggak pernah sama sekali…..???
Banyak bgt orang menyepelekan sarapan,padahal nggak mengkonsumsi makanan dipagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah.Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yg akhirnya berakhir pada kemunduran otak.
Nah looo…… Mulai sekarang qta haruz mentingin sarapan key…..!
apa lagi kalo mao menjalani aktipitaz……. hmm….. wajib pokokna!


2. Kebanyakan makan.
Ohohohoo….. Ati2 juga loooch kalo makan porsina jangan kebanyakan,karena menurut penelitian ntu kalo terlalu banyak makan bisa menyebabkan mengerasnya pembuluh otak yg biasanya menuntun qta pada menurunnya kekuatan mental,bisa2 ntar qta jd malez ngapa2en,ngantukan.
Wkwkwkkkkz…….

3. Merokok.
Nah khusus buat yg sering merokok inget baegh2 iah kalo merokok ntu ternyata berakibat -sangat mengerikan- pada otak qta.Coba bayangin ajah,otak qta bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi2nya.Uuuuuwh… atuuuuud……
hihihii…..
Tak hayal diwaktu tua qta rawan Alzheimer(kepikunan).
Huayooo…… Masi mao merokok lagi…..?????
hohoo…..

4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula.
Heheheee….. ada yg sukka ma yg maniez2….???wazpadalah2…..!
Mengkonsumsi gula sih buleh2 ajah asal nggak kebanyakan,karena eh karena……
Menurut penalitian terlalu banyak mengkonsumsi gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi, sehingga tubuh qta akan kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
ckckckckckckkkkk……

5. Polusi udara.
Qta perlu tao kalo Otak adalah bagian tubuh yg paling banyak menyerap udara.Terlalu lama qta berada di lingkungan dengan udara berpolusi bisa membuat kerja otak nggak efisien.Makanya qta musti extra hati2…..!
ok cuuuyyyy???
heheee….

6. Kurang tidur.
Kayaxnya ini dia ni yg paling sering dilakuin ma org2,begadang ntu sebenernya bahaya bgt!kadang ada jg kan yg bela2in nongkrong mpex larut malem,malah ada jg yg mpex pagi.Hmm…. apalagi jaman skrg,dunia maya gi buming bgt!
Paztinya byk jg yg nyempetin Online mpex malem,bahkan mpex pagi.
ia kan….????
hey tao nggak sih kalo tidur ntu memberikan kesempatan otak untuk beristirahat.Sering melalaikan tidur bisa membuat sel-sel otak qta justru mati kelelahan.Mao pa kalo qta lama2 jd org yg O’on….???
hahahaaa….. nggak kan….????ia uda makanya mulai skrg tidurnya kudu lebih teratur!

7. Menutup kepala ketika sedang tidur.
Hihihii….. hal ini menurut yogiez sedikit lucu,aneh ajah kalo tidur ma nutupin kepala pke bantal ato apa lah,nggak sumpegh cuy……….????ha2…. :))
Tidur dengan kepala yg ditutupi merupakan kebiasaan buruk yg berbahaya bgt soalnya karbondioksida yg diproduksi selama tidur terkonsentrasi, sehingga otak tercemar.Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.


8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit.
Paztinya uda pd tao kan kalo bekerja keras ato belajar ketika kondisi tubuh lagi nggak fit bisa memperparah ketidakefektifan otak???
Berarti intinya kalo qta lagi sakit/nggak fit dilarang keras terlalu mikirin sesuatu,soalnya ntar yg ada qta sama ajah memperlambat penyembuhan.
Hohooo……

9. Kurangnya stimulasi otak.
Perlu qta ketahui kalo berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak.Kurang berpikir justru membuat otak qta menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.Pakelah otak qta sebaik2nya untuk berpikir apapun,eiiittttz….. tp buat berpikir hal2 yg -positive- lhooo…….


10. Jarang bicara.

Menurut penelitian lagi nih ya ternyata percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak,
ayooo…… tingkatkan lagi bicaranya…….!!!pendiem sih buleh2 ajah tp jgn keterlaluan,bisa2 bikin BT org2 dsktar qta noh!
hihiii….

Secepat Apa Obat Bereaksi di Dalam Tubuh?

Secepat Apa Obat Bereaksi di Dalam Tubuh?

Efek suatu obat tidak selalu muncul seketika, kadang butuh jeda beberapa saat sejak waktu pemberian. Ada jenis obat yang memberikan efek sangat cepat, ada juga yang harus ditunggu sampai berjam-jam sampai benar-benar terasa khasiatnya.

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan aksi obat, antara lain ukuran partikel dan kondisi individual si pasien. Namun di antara berbagai faktor tersebut, jenis sediaan obat dan cara pemberian paling menentukan seberapa cepat obat bisa memberikan efek pada pasien.

Dari berbagai sumber lembaga obat dan konsumen yang dilansir detikHealth, Senin (18/4/2011) dari sumber-sumber seperti www.doitnow.org, www.docstoc.com, FDA dan Mayoclinic ada kecepatan yang berbeda reaksi obat yang masuk ke dalam tubuh.

Jenis-jenis obat yang memberikan efek paling cepat berdasarkan cara pemberiannya adalah:

1. Inhalasi (7-10 detik)
Obat hirup atau inhalasi yang dihirup maupun disemprotkan langsung ke hidung memberikan efek paling cepat dibandingkan jenis obat yang lain. Partikel obat yang terhirup akan masuk ke paru-paru dan langsung dibawa ke otak oleh pembuluh darah yang ada di sana.

Dengan mekanisme yang sama, racun nikotin dalam rokok disebut-sebut hanya butuh 7 detik untuk memicu kerusakan di otak. Meski sama-sama tidak sehat, permen nikotin lebih lambat memicu kerusakan dibandingkan rokok biasa yang dihirup asapnya.

Jenis obat inhalasi memang lebih diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan efek cepat misalnya pada serangan asma. Meski beberapa sumber menyebut efeknya muncul antara 7-10 detik, kecepatannya juga dipengaruhi faktor lain termasuk ukuran partikel dan kondisi individual si pasien.

2. Injeksi (15 detik - 5 menit)
Obat suntik atau injeksi termasuk jenis obat yang memberikan efek paling cepat, sehingga banyak dipilih dalam kondisi gawat darurat. Dibandingkan obat yang ditelan, obat suntik lebih cepat mencapai pembuluh darah sehingga cepat didistribusikan keseluruh tubuh.

Kecepatan obat suntik dalam memberikan efek berbeda-beda tergantung jenis injeksi atau penyuntikan. Injeksi intravena memberikan efek paling cepat karena langsung disuntikkan ke pembuluh darah, sementara injeksi subkutan (di bawah kulit) dan intramuskular (di jaringan otot) efeknya lebih lambat.

Pemberian obat suntik hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis, kecuali pada kondisi tertentu misalnya pasien diabetes tipe-1 yang sewaktu-waktu harus menyuntikkan insulin sendiri. Jenis obat suntik lain seperti pereda nyeri, antibiotik dan vitamin tidak boleh disuntikkan sendiri.

3. Obat topikal (5 menit - 30 menit)
Obat-obat topikal yang diberikan melalui permukaan tubuh seperti salep, koyok, tablet vagina dan supositoria merupakan jenis obat yang memberikan efek dengan kecepatan sanagt bervariasi. Tidak secepat injeksi dan inhalasi, namun sebagian ada yang lebih cepat dibandingkan obat telan.

Efek yang cepat umumnya bersifat lokal, hanya di sekitar lokasi pemberian misalnya salep nyeri otot yang isinya anestesi lokal. Sementara obat topikal yang efeknya sistemik misalnya plester nikotin didesain untuk bekerja lebih lambat dengan durasi lebih lama, untuk mengatasi kecanduan rokok.

Lokasi pemberian juga mempengaruhi kecepatan aksi obat. Untuk obat yang bersifat sistemik, pemberian di permukaan kulit luar memberikan efek lebih lambat dibandingkan dengan supositoria atau tablet vagina yang diserap melalui anus serta dinding vagina.

4. Obat oral (5 menit - 1 jam)
Obat-obat yang diberikan lewat mulut seperti tablet, kapsul dan sirup memberikan efek relatif lebih lambat dibandingkan injeksi dan inhalasi. Karena lambat, obat oral jauh lebih aman karena jika terjadi kesalahan masih ada kesempatan untuk memuntahkannya kembali.

Kecepatan aksinya dipengaruhi banyak faktor, terutama bentuk sediaan. Sirup paling cepat karena tidak butuh waktu untuk disolusi atau memecah partikel, sedangkan yang paling lama adalah tablet salut selaput (film coated) yang didesain agar tidak pecah di lambung.

Tablet hisap (sublingual) sebenarnya memberikan efek paling cepat, namun secara teknis tidak bisa dibandingkan dengan obat-obat oral lainnya. Penyerapan zat aktif pada tablet hisap tidak terjadi di saluran pencernaan melainkan di bawah lidah dan rongga mulut.

Efek suatu obat tidak selalu muncul seketika, kadang butuh jeda beberapa saat sejak waktu pemberian. Ada jenis obat yang memberikan efek sangat cepat, ada juga yang harus ditunggu sampai berjam-jam sampai benar-benar terasa khasiatnya.

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan aksi obat, antara lain ukuran partikel dan kondisi individual si pasien. Namun di antara berbagai faktor tersebut, jenis sediaan obat dan cara pemberian paling menentukan seberapa cepat obat bisa memberikan efek pada pasien.

Dari berbagai sumber lembaga obat dan konsumen yang dilansir detikHealth, Senin (18/4/2011) dari sumber-sumber seperti www.doitnow.org, www.docstoc.com, FDA dan Mayoclinic ada kecepatan yang berbeda reaksi obat yang masuk ke dalam tubuh.

Jenis-jenis obat yang memberikan efek paling cepat berdasarkan cara pemberiannya adalah:

1. Inhalasi (7-10 detik)
Obat hirup atau inhalasi yang dihirup maupun disemprotkan langsung ke hidung memberikan efek paling cepat dibandingkan jenis obat yang lain. Partikel obat yang terhirup akan masuk ke paru-paru dan langsung dibawa ke otak oleh pembuluh darah yang ada di sana.

Dengan mekanisme yang sama, racun nikotin dalam rokok disebut-sebut hanya butuh 7 detik untuk memicu kerusakan di otak. Meski sama-sama tidak sehat, permen nikotin lebih lambat memicu kerusakan dibandingkan rokok biasa yang dihirup asapnya.

Jenis obat inhalasi memang lebih diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan efek cepat misalnya pada serangan asma. Meski beberapa sumber menyebut efeknya muncul antara 7-10 detik, kecepatannya juga dipengaruhi faktor lain termasuk ukuran partikel dan kondisi individual si pasien.

2. Injeksi (15 detik - 5 menit)
Obat suntik atau injeksi termasuk jenis obat yang memberikan efek paling cepat, sehingga banyak dipilih dalam kondisi gawat darurat. Dibandingkan obat yang ditelan, obat suntik lebih cepat mencapai pembuluh darah sehingga cepat didistribusikan keseluruh tubuh.

Kecepatan obat suntik dalam memberikan efek berbeda-beda tergantung jenis injeksi atau penyuntikan. Injeksi intravena memberikan efek paling cepat karena langsung disuntikkan ke pembuluh darah, sementara injeksi subkutan (di bawah kulit) dan intramuskular (di jaringan otot) efeknya lebih lambat.

Pemberian obat suntik hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis, kecuali pada kondisi tertentu misalnya pasien diabetes tipe-1 yang sewaktu-waktu harus menyuntikkan insulin sendiri. Jenis obat suntik lain seperti pereda nyeri, antibiotik dan vitamin tidak boleh disuntikkan sendiri.

3. Obat topikal (5 menit - 30 menit)
Obat-obat topikal yang diberikan melalui permukaan tubuh seperti salep, koyok, tablet vagina dan supositoria merupakan jenis obat yang memberikan efek dengan kecepatan sanagt bervariasi. Tidak secepat injeksi dan inhalasi, namun sebagian ada yang lebih cepat dibandingkan obat telan.

Efek yang cepat umumnya bersifat lokal, hanya di sekitar lokasi pemberian misalnya salep nyeri otot yang isinya anestesi lokal. Sementara obat topikal yang efeknya sistemik misalnya plester nikotin didesain untuk bekerja lebih lambat dengan durasi lebih lama, untuk mengatasi kecanduan rokok.

Lokasi pemberian juga mempengaruhi kecepatan aksi obat. Untuk obat yang bersifat sistemik, pemberian di permukaan kulit luar memberikan efek lebih lambat dibandingkan dengan supositoria atau tablet vagina yang diserap melalui anus serta dinding vagina.

4. Obat oral (5 menit - 1 jam)
Obat-obat yang diberikan lewat mulut seperti tablet, kapsul dan sirup memberikan efek relatif lebih lambat dibandingkan injeksi dan inhalasi. Karena lambat, obat oral jauh lebih aman karena jika terjadi kesalahan masih ada kesempatan untuk memuntahkannya kembali.

Kecepatan aksinya dipengaruhi banyak faktor, terutama bentuk sediaan. Sirup paling cepat karena tidak butuh waktu untuk disolusi atau memecah partikel, sedangkan yang paling lama adalah tablet salut selaput (film coated) yang didesain agar tidak pecah di lambung.

Tablet hisap (sublingual) sebenarnya memberikan efek paling cepat, namun secara teknis tidak bisa dibandingkan dengan obat-obat oral lainnya. Penyerapan zat aktif pada tablet hisap tidak terjadi di saluran pencernaan melainkan di bawah lidah dan rongga mulut.

Khasiat Madu

Selama berabad-abad, madu yang biasanya dikenal sebagai obat tradisional 'pasangan' jamu, kini bisa menjadi senjata pamungkas melawan bakteri ganas seperti MRSA.

Sebuah penelitian di Selandia baru menunjukkan, madu Manuka disebutkan efektif membunuh tiga jenis bakteri yang biasa menginfeksi saat tubuh terluka, termasuk antara lain kuman super Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Madu manuka adalah sejenis madu yang diproduksi lebah penghuni pohon manuka di Selandia Baru. Para ahli telah mengenal jenis madu ini sejak lama karena juga sering digunakan dalam produk-produk penyembuh luka modern.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Rose Cooper, dari University of Wales Institute Cardiff (UWIC), menemukan fakta madu manuka mencegah perlekatan bakteri ke jaringan, suatu langkah penting dalam proses infeksi.

"Mencegah ikatan juga dapat menghambat pembentukan biofilm, yang dapat melindungi bakteri dari antibiotik dan membiarkan mereka menimbulkan infeksi secara terus menerus," kata Cooper, seperti yang dilansir Daily Mail.

Studi lainnya yang dilakukan Cooper menunjukkan, madu manuka membuat MRSA menjadi lebih sensitif terhadap antibiotik seperti oksasilin atau secara efektif membalikkan resistensi antibiotik.

"Ini mengindikasikan bahwa antibiotika saat ini mungkin akan lebih efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri resisten jika dikombinasikan dengan madu manuka," jelasnya.

Masih berdasarkan pendapat Cooper, penelitian dapat meningkatkan penggunaan madu klinis karena para dokter kini tengah dihadapkan pada masalah kian meningkatnya kasus resistensi obat.

"Kita perlu cara-cara inovatif dan efektif untuk mengontrol infeksi luka yang tidak mungkin untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan resistensi anti mikroba."

"Ini akan membantu mengurangi penularan bakteri resisten antibiotik dari luka untuk pasien rentan," pungkar Cooper

Inilah Cara Memperbaiki Reputasi di Dunia Maya

Inilah Cara Memperbaiki Reputasi di Dunia Maya

Banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan begitu banyaknya pengguna jejaring sosial dan internet. Meskipun begitu, timbul kekhawatiran privasi individu tercoreng di dunia maya.
Dalam tulisan di Facebook, Twitter, blog dan situs jejaring sosial lainnya, data seperti pandangan politik, masalah kantor, kualitas kesehatan seseorang dapat dengan mudah bocor di masyarakat.
Banyak ahli privasi khawatir data yang tidak sengaja tersebar di dunia maya itu dapat digunakan untuk tidak kejahatan serta dimanfaatkan perusahaan untuk menganalisis data pegawai. Pihak asuransi juga dikhawatirkan menolak atau menyangkal tanggungan asuransi berdasarkan informasi di jejaring sosial.
“Agregasi online atas data pribadi Anda merupakan panggung kehidupan, sama seperti keberadaan Wikileaks saat ini,” ujar Michael Fertik, CEO Reputation.com, sebelumnya dikenal dengan nama ReputationDefender, perusahaan yang menarik keuntungan dari pihak-pihak yang ingin mengatur citra seseorang berdasarkan informasi di dunia maya.
“Data pribadi bagaikan harta karun yang berkembang ke tingkat tidak terduga. Kebocoran sebagian besar data pribadi Anda dapat berakibat buruk, apalagi jika tidak disadari oleh orang itu sendiri,” kata Fertik lagi. Jika Anda ingin mencoba mengelola privasi, tempat pertama yang pantas untuk ‘didekati’ adalah Google, Bing dan Yahoo.
Jalankan mesin pencari dan masukkan kata kunci berupa nama Anda, alamat, nomor telpon dan data identifikasi lain. Jangan berhenti di halaman pertama hasil pencarian. Biasanya, informasi memalukan muncul pada halaman enam dan seterusnya, kata Andy Beal, salah satu penulis di buku ‘Radically Transparent’, buku yang membahas soal pengawasan dan pengaturan reputasi online. Andy Beal juga termasuk konsultan yang membantu sesorang menghapus data pribadi di media internet.
Selain itu, jangan lupakan situs ‘lampau’ yang mungkin saat ini sudah tidak digunakan lagi misalnya Friendster, Liveconnector, MySpace, Temanster dan lainnya. Tidak hanya situs itu memiliki lebih banyak informasi intim, sistem penyaring juga tidak terlalu ketat.
Ini terkait kewaspadaan pengguna saat mempublikasikan data tersebut tidak terlalu tinggi, dibandingkan sekarang. Contohnya saja, pendiri Wikileaks Julian Assange yang ‘memamerkan’ orientasi seksual di sebuah situs kencan. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan publik sebelumnya.
Selanjutnya, yang pertama kali harus Anda lakukan untuk ‘membersihkan’ citra diri di internet adalah menghapus semua data sensitif di jejaring sosial, Facebook misalnya.
Meskipun tampak ‘kecil’, informasi sensitif seperti tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon dan kegemaran/hobi bisa dimanfaatkan untuk mencuri kata kunci akun keuangan Anda. Semakin sedikit informasi yang dibagi di internet, semakin besar rasa aman seseorang.
Selajutnya, jika Anda merasa teman dekat mempublikasikan informasi tentang Anda yang seharusnya dirahasiakan, Anda bisa menghubungi orang itu untuk segera menghapus. Di Amerika Serikat, ada beberapa perusahaan yang membeli data pribadi seseorang dan menjualnya ke perusahaan lain. Sayangnya, beberapa pengamat menilai cara ini cukup buang-buang waktu.
“Anda mungkin menghabiskan waktu setidaknya 30 hari untuk menghapus informasi yang tidak diinginkan. Tindakan ini juga tidak menjamin informasi buruk tersebut hilang selamanya,” kata Amber Yoo, juru bicara Privacy Rights Clearinghouse. “Ini adalah masalah yang rumit.”
Banyak situs, terutama Google, berada dalam lingkup bisnis yang terkadang menolak untuk menghapus informasi pengguna, khususnya yang bernada jujur. Jika mereka tidak mau menghapus data pengguna, ahli menyarankan agar orang tersebut menciptakan lebih banyak konten tentang dirinya sendiri.
Misalnya, mengaktifkan profil di LinkedIn atau blog pribadi. Inilah cara untuk menyelubungi konten negatif dari layar mesin pencari. Jika cara itu tidak dapat digunakan, Beal menyarankan pengguna untuk menyewa pengacara.

Jumat, 15 April 2011

Ketika si Cantik dan Populer Mengalami Gangguan Bipolar

Ketika si Cantik dan Populer Mengalami Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar merupakan salah satu bagian dari gangguan kejiwaan. Ciri paling khasnya adalah perubahan suasana hati secara drastis, dari yang senang berlebihan bisa menjadi teramat sedih bahkan depresi. Itulah yang dialami artis cantik Catherine Zeta-Jones.

Catherine baru-baru ini mengumumkan dirinya memiliki gangguan bipolar. Seorang dokter mengungkapkan bahwa kemungkinan Catherine sudah mengalami gangguan tersebut di sebagian besar hidupnya.

Dalam satu tahun terakhir misalnya Catherine berada di bawah tekanan stres yang tinggi karena sang suami aktor Michael Douglas terkena kanker, anak tirinya sedang menjalani hukuman penjara dan ia tetap harus membesarkan anak-anaknya yang masih kecil yaitu Dylan (10 tahun) dan Carys (7 tahun).

Namun selama ini Catherine tetap menunjukkan sikap sebagai istri yang setia dan keibuan serta terlihat bisa menangani stres dengan baik. Ia juga diidolakan banyak orang karena cantik, populer, seksi dan punya suami yang mapan dan terkenal.

Tapi ketika muncul pengumuman dari Catherine bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar, banyak orang yang tidak kaget meskipun tidak ada gejala yang muncul. Kehidupannya yang banyak mendapat sorotan serta keharusan untuk eksis di dunia hiburan memang bisa membuat stres.

"Seharusnya tidak mengherankan bagi seorang perempuan yang cantik dan sukses untuk menderita gangguan bipolar II, karena sukses dan kecantikan tidak memisahkan siapapun dari gangguan kejiwaan," ujar Dr Keith Ablow, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (15/4/2011).

Dr Ablow menuturkan gangguan bipolar II adalah salah satu jenis yang umum. Biasanya dicirikan dengan satu episode depresi dan satu episode hypomania yang mana suasana hati yang tinggi tapi tidak sepenuhnya maniak atau keluar dari realita.

"Stres dalam hidup seperti berurusan dengan anak atau pasangan yang menderita sakit parah tentu saja akan menjadi pemicu emosi yang naik turun. Tetapi ada banyak orang yang bisa melaluinya tanpa menjadi bipolar, namun ada juga yang sebaliknya," ungkap Dr Ablow.

Meskipun Douglas baru-baru ini mengumumkan telah bebas dari kanker setelah melalui kemoterapi dan radiasi, tapi gangguan mental yang dialami Catherine mungkin sudah ada di sebagian besar hidupnya.

Ada kemungkinan kondisi Catherine sudah berakar dari masa kanak-kanak atau remaja, dan bahkan mungkin saja sudah terjadi di otaknya sejak ia lahir. Kemungkinan ia telah mengobatinya secara diam-diam selama bertahun-tahun.

"Semua lapisan masyarakat bisa menderita gangguan ini dan mengelolanya dengan baik. Hal ini karena gangguan bipolar merupakan penyakit episodik yang datang dan pergi," ujarnya.

Ablow menambahkan bahwa penyakit
jiwa tidak berbeda dengan diagnosis penyakit lainnya seperti diabetes atau hipertensi.

Bagaimana mengetahui seseorang mengalami gangguan bipolar?
Penderita gangguan bipolar atau biasa dikenal sebagai manic depression biasanya memiliki gejala yang sama seperti orang dengan depresi berat, tapi mereka mempunyai kelakuan yang ekstrem yang dikenal dengan manic episode atau hypermanic.

"Kesalahan utama yang biasa dibuat oleh psikiater adalah tidak menanyakan gejala lain selain depresi, karena umumnya mereka juga memiliki sesuatu yang kebalikan dari depresi seperti merasa terlalu bersemangat," ungkapnya.

Gejala gangguan bipolar
Selama periode tinggi, seorang pasien bipolar mungkin memiliki perasaan yang berlebihan, menurunnya kebutuhan untuk tidur, kecenderungan terlalu banyak bicara dan kadang mengalami sesuatu yang terlalu cepat dari pikirannya.

"Selama episode ini orang juga mungkin mengalami keterlibatan yang terlalu banyak dalam kegiatan menyenangkan tapi berlebihan, seperti menghabiskan waktu bersenang-senang, berperilaku seksual berisiko dan terlalu banyak investasi uang dalam bisnis yang tidak pantas," ujar Dr Ablow.

Faktor genetik
Dr Candida Fink, seorang psikiater anak dan remaja menuturkan sekitar 75-80 persen kelainan ini turun temurun. Episode bipolar yang dramatis mungkin muncul di awal usia 30-an tahun dengan manic episode akhir usia 40-an tahun. Sebagian juga ada yang dilaporkan pada masa kanak-kanak.

Mengobati gangguan bipolar
Ablow mengungkapkan selain menggunakan obat, pasien bipolar juga bisa melakukan psikoterapi. Pengobatan yang diberikan termasuk obat anti kejang, obat untuk menstabilkan suasana hati serta obat penenang. Obat penstabil suasana hati lebih sering digunakan untuk memastikan bahwa penderita bipolar tidak mengalami siklus pasang surut akibat kondisinya.

Kamis, 07 April 2011

Ternyata Agar-agar bisa jadi obat sembelit...

Tahukah Anda, sudah sejak sekitar 350 tahun silam orang Jepang telah mengonsumsi agar-agar? Mereka menyebutnya kanten. Selain nikmat dimakan, ternyata agar-agar juga punya sejuta khasiat.
* Agar-agar memiliki serat makanan paling tinggi, sehingga bermanfaat bagi pencernaan. Dalam 100 gram agar-agar terkandung 81 persen lebih serat makanan!

* Agar-agar, yang asal-muasalnya dari rumput laut, juga bisa dijadikan obat. Misalnya, obat diare dan sulit buang air besar.

* Rumput laut atau ganggang selalu jadi andalan untuk dibuat menjadi agar-agar. Bahan-bahan ini juga akan dengan cepat memadat begitu terkena cairan. Ia akan menjelma menjadi gel pada suhu 35 derajat Celcius.

* Tak seperti gelatin, agar-agar bisa mengeras tanpa harus dimasukkan ke dalam lemari es. Gelatin sendiri terbuat dari jaringan tulang-tulang hewan yang merupakan bagian sisa (terbuang). Tulang tadi diproses dengan larutan kimia sehingga mengental dan mengandung gelatin.

* Agar-agar dipilih oleh kaum vegetarian sebagai alternatif untuk resep masakan yang membutuhkan gelatin.

* Pada umumnya ada 3 jenis olahan agar-agar, yaitu yang berbentuk batangan, bubuk, dan serpihan. Yang paling umum digunakan adalah agar-agar berbentuk bubuk.

* Dalam bentuk aslinya, agar-agar tidak berwarna dan rasanya agak tawar.

* Yang patut diketahui juga, daya rekat agar-agar sangat tergantung pada tingkat keasaman bahan campurannya. Semakin asam bahan campurannya, semakin banyak agar-agar yang diperlukan untuk menjadikannya membeku.

* Itu sebabnya, jeruk dan strawberry memerlukan agar-agar yang lebih banyak agar bentuknya bagus. Sementara buah kiwi yang kadar asamnya sangat tinggi, sama sekali tak bisa menempel pada agar-agar.

* Sedangkan enzim tertentu yang terdapat pada buah-buahan seperti mangga, nanas, peach, serta pepaya, bisa merusak struktur agar-agar. Tentu saja hal ini tak berlaku untuk buah-buahan yang telah diproses terlebih dulu, misalnya buah kalengan.

Senin, 04 April 2011

Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Serat Harian

Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Serat Harian

Anda mungkin tahu bahwa serat penting untuk memelihara. Tapi, apakah Anda bisa memastikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari cukup kebutuhan seratnya?

Berapa banyak serat yang Anda butuhkan? Perempuan membutuhkan 25 gram serat per hari dan laki-laki harus mendapatkan 38 gram per hari, menurut rumus Institute of Medicine berdasarkan aturan mendapatkan 14 gram serat untuk setiap 1.000 kalori.

Konsumsi lebih banyak sayuran, kacang-kacangan, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan, merupakan salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Sumber serat utama antara lain kacang-kacangan (semua jenis), kacang polong, kacang lima, kacang kedelai, buncis, kacang polong bermata hitam, artichoke, tepung gandum, barley, bulgur, jagung, dedak, raspberry, blackberry, dan buah prem.

Sumber serat dari sayuran dan buah meliputi: selada, sayuran hijau gelap, brokoli, okra, kembang kol, kentang manis, wortel, labu, kentang, jagung, asparagus, kubis, pasta gandum utuh, popcorn, kacang, kismis, pir, stroberi, jeruk, pisang, blueberry, mangga, dan apel.

Sebaliknya, hindarilah terigu, pasta putih, dan nasi putih. Gantilah dengan gandum untuk meningkatkan jumlah serat dalam diet Anda.

Masih tidak yakin makanan Anda kurang serat? Berikut tujuh cara untuk menambahkan serat ke dalam diet Anda seperti dilansir WebMD:

1. Sarapan dengan sereal gandum yang mengandung setidaknya 5 gram serat, misalnya dari biji-bijian seperti gandum atau gandum utuh.

2. Bacalah label dan pilihlah makanan yang mengandung beberapa gram serat per porsi. Sebuah sumber serat yang baik mengandung 2,5-4,9 gram serat per porsi. Sebuah sumber yang sangat baik memiliki 5 gram serat atau lebih per porsi.

3. Konsumsilah roti gandum dengan setidaknya 2-3 gram serat per iris untuk sandwich.

4. Pilih buah utuh atas jus. Buah utuh dapat memiliki sebanyak dua kali jumlah serat dibandingkan segelas jus.

5. Tambahkan kacang ke dalam sup Anda.

6. Cobalah masakan internasional (seperti India atau Timur Tengah) yang menggunakan biji-bijian dan kacang-kacangan dalam hidangan utama.

7. Buatlah camilan sebagai kesempatan untuk menikmati makanan tinggi serat. Misalnya, camilan sayuran mentah dengan saus kacang.

Mungkin Anda cemas bahwa konsumsi serat akan menyebabkan gangguan pencernaan. Solusinya mudah kok. Untuk menghindari kembung, gas, dan masalah pencernaan, tingkatkan serat dalam diet Anda secara bertahap dan minum banyak air, karena serat menyerap air.

Aturan praktis yang baik adalah tingkatkan jumlah serat dalam diet Anda dengan sekitar 5 gram serat sehari sampai Anda mencapai tujuan yang diharapkan