Benarkah Bintang Terang Bethlehem Nyata
Liputan 6 - Selasa, 14 Desember
Liputan6.com, Los Angeles: Legenda mengenai bintang yang muncul di langit tepatnya di kota Betlehem yang memimpin tiga orang majus ke palungan, tempat di mana bayi Yesus terbaring telah diperdebatkan selama beberapa waktu, demikian dirilis Telegrapah, Senin (13/2).
Pertanyaannya apakah bintang terang tersebut benar-benar nyata Penjelasan yang mungkin adalah bintang tersebut merupakan konjungsi antara planet Jupiter dan Venus yang tampak seperti bintang terang. Bintang tersebut muncul sekitar abad kedua sebelum masehi.
Jika hipotesis tersebut benar, kita dapat memprediksikan tanggal yang tepat bagi hari Kelahiran Kristus yaitu jatuh pada 17 Juni, abad kedua sebelum masehi.
Senin, 13 Desember 2010
Angkat Beban Memicu Kebotakan pada Pria?
Angkat Beban Memicu Kebotakan pada Pria?
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
img
foto: Thinkstock
Los Angeles, Penipisan rambut yang memicu kebotakan permanen merupakan masalah yang banyak dialami para pria dewasa. Banyak yang meyakini olahraga angkat beban yang berlebihan bisa mempercepat kebotakan. Benarkah demikian?
Jenis kebotakan paling banyak dialami pria adalah kebotakan berpola (pattern baldness), yakni 95 oleh persen pria. Faktor pemicu yang paling dominan pada jenis kebotakan ini adalah genetik sehingga sifatnya diturunkan dari orangtua ke anaknya.
Penipisan rambut pada pria biasanya dimulai pada usia 21 tahun. Ada banyak faktor yang mempercepat terjadinya kebotakan, antara lain stres, penggunaan obat-obatan dan kekurangn nutrisi seperti protein, zink, magnesium, kalsium dan zat besi.
Dr Jeffrey Rawnsley dari University of California, Los Angeles mengatakan faktor lain yang mempercepat kebotakan adalah hormon testosteron. Kelebihan kadar hormon ini akan diubah menjadi dihydrotestosterone (DHT) yang bisa menyebabkan folikel rambut mengecil dan memicu kerontokan.
Dikutip dari CNN, Senin (13/12/2010), olahraga terutama yang melibatkan beban berat dapat meningkatkan produksi testosteron. Menurut Dr Rawnsley, faktor ini bisa mempercepat terjadinya kebotakan berpola pada pria yang secara genetis sudah memiliki risiko tersebut.
Selain itu, para pria yang melakukan olahraga angkat beban biasanya juga mengonsumsi suplemen anabolik steroid untuk membantu pembentukan massa otot. Karena suplemen ini dapat meningkatkan produksi testosteron, maka cukup masuk akan jika dinilai meningkatkan risiko kebotakan.
Namun demikian, efek dari olahraga angkat beban terhadap kebotakan tidak akan muncul serta merta. Karena siklus pertumbuhan rambut cukup lama yakni antara 3-5 tahun, maka efeknya akan muncul dalam jangka panjang sehingga tidak terlalu dirasakan.
Meski dalam jangka panjang bisa mempercepat kebotakan, bukan berarti tidak ada manfaat dari olahraga angkat beban. Peningkatan kadar testosteron akibat olahraga ini terbukti baik untuk meningkatkan gairah dan performa seks pada pria.
Selain itu olahraga ini dapat memberikan manfaat bagi kepadatan tulang, meningkatkan metabolisme dan membakar banyak lemak. Oleh karena itu angkat beban juga cocok untuk para pria yang ingin menurunkan berat bada (up/ir)
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
img
foto: Thinkstock
Los Angeles, Penipisan rambut yang memicu kebotakan permanen merupakan masalah yang banyak dialami para pria dewasa. Banyak yang meyakini olahraga angkat beban yang berlebihan bisa mempercepat kebotakan. Benarkah demikian?
Jenis kebotakan paling banyak dialami pria adalah kebotakan berpola (pattern baldness), yakni 95 oleh persen pria. Faktor pemicu yang paling dominan pada jenis kebotakan ini adalah genetik sehingga sifatnya diturunkan dari orangtua ke anaknya.
Penipisan rambut pada pria biasanya dimulai pada usia 21 tahun. Ada banyak faktor yang mempercepat terjadinya kebotakan, antara lain stres, penggunaan obat-obatan dan kekurangn nutrisi seperti protein, zink, magnesium, kalsium dan zat besi.
Dr Jeffrey Rawnsley dari University of California, Los Angeles mengatakan faktor lain yang mempercepat kebotakan adalah hormon testosteron. Kelebihan kadar hormon ini akan diubah menjadi dihydrotestosterone (DHT) yang bisa menyebabkan folikel rambut mengecil dan memicu kerontokan.
Dikutip dari CNN, Senin (13/12/2010), olahraga terutama yang melibatkan beban berat dapat meningkatkan produksi testosteron. Menurut Dr Rawnsley, faktor ini bisa mempercepat terjadinya kebotakan berpola pada pria yang secara genetis sudah memiliki risiko tersebut.
Selain itu, para pria yang melakukan olahraga angkat beban biasanya juga mengonsumsi suplemen anabolik steroid untuk membantu pembentukan massa otot. Karena suplemen ini dapat meningkatkan produksi testosteron, maka cukup masuk akan jika dinilai meningkatkan risiko kebotakan.
Namun demikian, efek dari olahraga angkat beban terhadap kebotakan tidak akan muncul serta merta. Karena siklus pertumbuhan rambut cukup lama yakni antara 3-5 tahun, maka efeknya akan muncul dalam jangka panjang sehingga tidak terlalu dirasakan.
Meski dalam jangka panjang bisa mempercepat kebotakan, bukan berarti tidak ada manfaat dari olahraga angkat beban. Peningkatan kadar testosteron akibat olahraga ini terbukti baik untuk meningkatkan gairah dan performa seks pada pria.
Selain itu olahraga ini dapat memberikan manfaat bagi kepadatan tulang, meningkatkan metabolisme dan membakar banyak lemak. Oleh karena itu angkat beban juga cocok untuk para pria yang ingin menurunkan berat bada (up/ir)
Manfaat Berendam Air Hangat...
Manfaaat Berendam di Air Hangat
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Saat pulang terlalu malam dan setelah basah kehujanan, mandi atau berendam dengan air hangat adalah pilihan paling menyenangkan. Selain mencegah masuk angin karena bisa menghangatkan badan, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari air hangat.
Tidak ada patokan tentang suhu air yang ideal untuk mandi, namun sebaiknya cukup terasa suam-suam di kuku saja. Jika terlalu panas, air mandi justru akan menyebabkan iritasi dan kulit kering yang pastinya terasa tidak nyaman.
Dikutip dari Healthmad, Senin (13/12/2010), berikut ini beberapa manfaat mandi dengan air suam-suam kuku.
1. Meredakan stres
Berendam di air hangat bisa meredakan stres akibat beban berat dan pikiran yang suntuk setelah menjalani kesibukan sepanjang hari. Tambahkan minyak lavender untuk meningkatkan relaksasi.
2. Membersihkan badan
Air hangat lebih ampuh mengangkat kelebihan minyak dan kotoran yang menempel di permukaan kulit. Tidak hanya terasa lebih segar, kulit juga akan menjadi leih sehat ketika permukaannya bersih dari minyak dan kotoran.
3. Melancarkan peredaran darah
Saat berendam di air hangat, peredaran darah di akan menjadi lebih lancar. Tidak hanya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, peredaran darah yang lancar juga menstabilkan pengaturan suhu tubuh sehingga tidak mudah masuk angin.
4. Membuka pori-pori kulit
Jika ingin mengoleskan krim perawatan atau obat-obatan untuk kulit, lakukan setelah mandi atau berendam di air hangat. Penyerapan akan terjadi lebih efisien karena temperatur hangat membuat pori-pori kulit terbuka.
5. Mengatasi insomnia
Tidak perlu obat tidur atau olahraga berat sampai letih agar cepat mengantuk. Jika merasa susah tidur, tidak ada saahnya mencoba berendam di air hangat karena perasaan rileks dan peredaran darah yang lancar bisa mengatasi masalah tersebut.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Saat pulang terlalu malam dan setelah basah kehujanan, mandi atau berendam dengan air hangat adalah pilihan paling menyenangkan. Selain mencegah masuk angin karena bisa menghangatkan badan, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari air hangat.
Tidak ada patokan tentang suhu air yang ideal untuk mandi, namun sebaiknya cukup terasa suam-suam di kuku saja. Jika terlalu panas, air mandi justru akan menyebabkan iritasi dan kulit kering yang pastinya terasa tidak nyaman.
Dikutip dari Healthmad, Senin (13/12/2010), berikut ini beberapa manfaat mandi dengan air suam-suam kuku.
1. Meredakan stres
Berendam di air hangat bisa meredakan stres akibat beban berat dan pikiran yang suntuk setelah menjalani kesibukan sepanjang hari. Tambahkan minyak lavender untuk meningkatkan relaksasi.
2. Membersihkan badan
Air hangat lebih ampuh mengangkat kelebihan minyak dan kotoran yang menempel di permukaan kulit. Tidak hanya terasa lebih segar, kulit juga akan menjadi leih sehat ketika permukaannya bersih dari minyak dan kotoran.
3. Melancarkan peredaran darah
Saat berendam di air hangat, peredaran darah di akan menjadi lebih lancar. Tidak hanya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, peredaran darah yang lancar juga menstabilkan pengaturan suhu tubuh sehingga tidak mudah masuk angin.
4. Membuka pori-pori kulit
Jika ingin mengoleskan krim perawatan atau obat-obatan untuk kulit, lakukan setelah mandi atau berendam di air hangat. Penyerapan akan terjadi lebih efisien karena temperatur hangat membuat pori-pori kulit terbuka.
5. Mengatasi insomnia
Tidak perlu obat tidur atau olahraga berat sampai letih agar cepat mengantuk. Jika merasa susah tidur, tidak ada saahnya mencoba berendam di air hangat karena perasaan rileks dan peredaran darah yang lancar bisa mengatasi masalah tersebut.
Selasa, 07 Desember 2010
Ngorok Tanda Awal Penyakit Jantung
Ngorok Tanda Awal Penyakit Jantung
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Pittsburgh, Mendengkur alias ngorok dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang sangat lelah. Tapi bila orang ngorok setiap hari dengan suara yang keras, bisa meningkatkan risiko dan pertanda awal penyakit jantung.
Orang yang mendengkur keras, mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun dengan perasaan lelah lebih sering terkantuk-kantuk di tempat kerja. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam studi tersebut, peneliti di University of Pittsburgh mempelajari lebih dari 800 orang antara usia 45 dan 74 tahun mengenai kualitas tidurnya. Tiga tahun kemudian, orang-orang yang melaporkan mendengkur keras dua kali lebih mungkin mengalami sindrom metabolik, yaitu faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke.
Sindrom metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, rendah kolesterol baik (HDL), trigliserida tinggi dan lemak perut berlebihan.
"Gangguan tidur kronis dapat memproduksi hormon stres tingkat tinggi dan memiliki respons kardiovaskular berlebihan, yang dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, metabolisme glukosa dan berat badan," kata penulis utama studi, Wendy Troxel, Ph.D., asisten profesor psikiatri dan psikologi di University of Pittsburgh, dilansir CNN, Senin (6/12/2010).
Menurut Troxel, masalah tidur bisa langsung berkontribusi terhadap faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Getaran tubuh yang disebabkan oleh mendengkur dapat meningkatkan peradangan yang berpotensi merusak lapisan dalam arteri.
"Masalah tidur adalah sebuah masalah besar. Mendengkur bisa jadi pertanda adanya gangguan pernapasan yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Ini bisa mempersingkat hidup Anda," kata Jordan Josephson, MD, spesialis THT dari Lenox Hill Hospital, di New York City.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, gangguan tidur juga bisa disebabkan oleh terhalangnya saluran udara bagian atas selama tidur, mendengkur yang keras bisa menjadi salah satu gejalanya. Gangguan tidur sangat dekat hubungannya dengan obesitas, tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke.
"Dokter harus mulai menanyakan pasien tentang kualitas tidur mereka dalam rangka untuk mengukur risiko penyakit jantung dan diabetes. Mendengkur dan kurang tidur harus diatasi segera, sebelum berakhir menjadi penyakit yang serius," jelas Hormoz Ashtyani, MD, direktur medis Institute for Sleep-Wake Disorders di Hackensack University Medical Center, New Jersey
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Pittsburgh, Mendengkur alias ngorok dialami hampir semua orang terutama jika tidur dalam kondisi yang sangat lelah. Tapi bila orang ngorok setiap hari dengan suara yang keras, bisa meningkatkan risiko dan pertanda awal penyakit jantung.
Orang yang mendengkur keras, mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun dengan perasaan lelah lebih sering terkantuk-kantuk di tempat kerja. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam studi tersebut, peneliti di University of Pittsburgh mempelajari lebih dari 800 orang antara usia 45 dan 74 tahun mengenai kualitas tidurnya. Tiga tahun kemudian, orang-orang yang melaporkan mendengkur keras dua kali lebih mungkin mengalami sindrom metabolik, yaitu faktor risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke.
Sindrom metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, rendah kolesterol baik (HDL), trigliserida tinggi dan lemak perut berlebihan.
"Gangguan tidur kronis dapat memproduksi hormon stres tingkat tinggi dan memiliki respons kardiovaskular berlebihan, yang dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, metabolisme glukosa dan berat badan," kata penulis utama studi, Wendy Troxel, Ph.D., asisten profesor psikiatri dan psikologi di University of Pittsburgh, dilansir CNN, Senin (6/12/2010).
Menurut Troxel, masalah tidur bisa langsung berkontribusi terhadap faktor risiko penyakit jantung dan diabetes. Getaran tubuh yang disebabkan oleh mendengkur dapat meningkatkan peradangan yang berpotensi merusak lapisan dalam arteri.
"Masalah tidur adalah sebuah masalah besar. Mendengkur bisa jadi pertanda adanya gangguan pernapasan yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. Ini bisa mempersingkat hidup Anda," kata Jordan Josephson, MD, spesialis THT dari Lenox Hill Hospital, di New York City.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, gangguan tidur juga bisa disebabkan oleh terhalangnya saluran udara bagian atas selama tidur, mendengkur yang keras bisa menjadi salah satu gejalanya. Gangguan tidur sangat dekat hubungannya dengan obesitas, tekanan darah tinggi, gagal jantung dan stroke.
"Dokter harus mulai menanyakan pasien tentang kualitas tidur mereka dalam rangka untuk mengukur risiko penyakit jantung dan diabetes. Mendengkur dan kurang tidur harus diatasi segera, sebelum berakhir menjadi penyakit yang serius," jelas Hormoz Ashtyani, MD, direktur medis Institute for Sleep-Wake Disorders di Hackensack University Medical Center, New Jersey
Gejala Kebanyakan Minum Kopi
Gejala Kebanyakan Minum Kopi
Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bagi orang sehat, kopi bisa memberikan banyak manfaat asalkan diminum dalam jumlah yang wajar. Sebaliknya kopi juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan, sebab kandungan kafein di dalamnya memiliki sejumlah efek samping.
Hingga kadar 600 mg atau sekitar 5-6 cangkir kopi, kafein belum akan memberikan efek samping pada orang sehat. Namun perlu diperhitungkan juga, sumber kafein bukan hanya kopi saja tapi meliputi teh, es krim, minuman berenergi dan bahkan obat sakit kepala.
Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini beberapa efek samping jika minum kopi terlalu banyak.
1. Gelisah
Salah satu efek samping kafein bagi kesehatan jiwa adalah memicu kegelisahan. Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.
2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung.
3. Sakit kepala
Beberapa jenis obat sakit kepala menggunakan campuran kafein karena dalam jumlah sedikit senyawa ini memang memiliki khasiat anti nyeri. Namun efek sebaliknya bisa muncul jika dikonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.
4. Gangguan pencernaan
Perut mulas dan rasa mual sering dikeluhkan saat minum kopi terlalu banyak. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.
5. Gangguan kencing
Saat sedang kedinginan di dalam ruangan berpendingin udara, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.
6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Bagi remaja atau paruh baya, efek ini mungkin hanya akan memicu rasa lelah namun bisa berdampak serius bagi kesehatan kaum lanjut usia.
Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bagi orang sehat, kopi bisa memberikan banyak manfaat asalkan diminum dalam jumlah yang wajar. Sebaliknya kopi juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan, sebab kandungan kafein di dalamnya memiliki sejumlah efek samping.
Hingga kadar 600 mg atau sekitar 5-6 cangkir kopi, kafein belum akan memberikan efek samping pada orang sehat. Namun perlu diperhitungkan juga, sumber kafein bukan hanya kopi saja tapi meliputi teh, es krim, minuman berenergi dan bahkan obat sakit kepala.
Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini beberapa efek samping jika minum kopi terlalu banyak.
1. Gelisah
Salah satu efek samping kafein bagi kesehatan jiwa adalah memicu kegelisahan. Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.
2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung.
3. Sakit kepala
Beberapa jenis obat sakit kepala menggunakan campuran kafein karena dalam jumlah sedikit senyawa ini memang memiliki khasiat anti nyeri. Namun efek sebaliknya bisa muncul jika dikonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.
4. Gangguan pencernaan
Perut mulas dan rasa mual sering dikeluhkan saat minum kopi terlalu banyak. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.
5. Gangguan kencing
Saat sedang kedinginan di dalam ruangan berpendingin udara, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.
6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Bagi remaja atau paruh baya, efek ini mungkin hanya akan memicu rasa lelah namun bisa berdampak serius bagi kesehatan kaum lanjut usia.
Radiasi Ponsel Menyebabkan Perilaku Anak Yidak Normal
Radiasi Ponsel Menyebabkan Perilaku Anak Tidak Normal
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Los Angeles, Kontroversi seputar dampak negatif radiasi telepon seluler (ponsel) sepertinya tidak akan pernah berakhir. Setelah tidak terbukti meningkatkan risiko kanker, kini muncul dugaan radiasi tersebut memicu gangguan perilaku pada anak.
Risiko paling besar dialami oleh anak-anak yang dibiasakan menggunakan ponsel sejak usia terlalu muda. Bahkan sejak dalam kandungan, janin sudah terpengaruh dampak ini jika ibunya terlalu sering menggunakan ponsel selama kehamilan.
Temuan ini diungkap oleh peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA), yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health baru-baru ini. Dikutip dari Ninemsn, Selasa (7/12/2010), penelitian tersebut melibatkan 28.000 anak berusia 7 tahun dan 100.000 ibu yang hamil antara tahun 1996-2002.
Di masa kehamilan, para ibu diminta mengisi kuisioner tentang gaya hidup termasuk frekuensi penggunaan ponsel. Kuisioner serupa diberikan lagi setelah melahirkan dan saat anaknya memasuki usia 7 tahun, sementara peneliti mengamati rekam medis si anak yang berhubungan dengan emosi dan perilaku.
Hasilnya menunjukkan anak-anak yang menggunakan ponsel sejak balita 50 persen lebih berisiko mengalami gangguan perilaku saat memasuki usia 7 tahun. Perilaku tidak normal itu cukup bervariasi, salah satunya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH).
Pada anak-anak yang belum dibiasakan memakai ponsel, risiko tersebut tetap tinggi jika selama kehamilan ibunya sering menggunakan ponsel. Tidak jauh berbeda dengan kelompok pertama, pemakaian ponsel selama kehamilan meningkatkan risiko gangguan perilaku hingga 40 persen saat anak berusia 7 tahun.
Peningkatan risiko gangguan perilaku cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata penggunaan ponsel pada responden anak-anak dalam penelitian itu. Dalam laporannya, peneliti mengatakan tidak satupun responden anak yang menggunakan ponsel lebih dari 1 jam/pekan.
Temuan ini menghangatkan kembali kontroversi tentang bahaya radiasi ponsel. Pada Mei 2010, organisasi kesehatan dunia WHO sudah memastikan bahwa peningkatan risiko kanker otak akibat radiasi ponsel tidak terlalu signifikan.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Los Angeles, Kontroversi seputar dampak negatif radiasi telepon seluler (ponsel) sepertinya tidak akan pernah berakhir. Setelah tidak terbukti meningkatkan risiko kanker, kini muncul dugaan radiasi tersebut memicu gangguan perilaku pada anak.
Risiko paling besar dialami oleh anak-anak yang dibiasakan menggunakan ponsel sejak usia terlalu muda. Bahkan sejak dalam kandungan, janin sudah terpengaruh dampak ini jika ibunya terlalu sering menggunakan ponsel selama kehamilan.
Temuan ini diungkap oleh peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA), yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health baru-baru ini. Dikutip dari Ninemsn, Selasa (7/12/2010), penelitian tersebut melibatkan 28.000 anak berusia 7 tahun dan 100.000 ibu yang hamil antara tahun 1996-2002.
Di masa kehamilan, para ibu diminta mengisi kuisioner tentang gaya hidup termasuk frekuensi penggunaan ponsel. Kuisioner serupa diberikan lagi setelah melahirkan dan saat anaknya memasuki usia 7 tahun, sementara peneliti mengamati rekam medis si anak yang berhubungan dengan emosi dan perilaku.
Hasilnya menunjukkan anak-anak yang menggunakan ponsel sejak balita 50 persen lebih berisiko mengalami gangguan perilaku saat memasuki usia 7 tahun. Perilaku tidak normal itu cukup bervariasi, salah satunya gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH).
Pada anak-anak yang belum dibiasakan memakai ponsel, risiko tersebut tetap tinggi jika selama kehamilan ibunya sering menggunakan ponsel. Tidak jauh berbeda dengan kelompok pertama, pemakaian ponsel selama kehamilan meningkatkan risiko gangguan perilaku hingga 40 persen saat anak berusia 7 tahun.
Peningkatan risiko gangguan perilaku cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata penggunaan ponsel pada responden anak-anak dalam penelitian itu. Dalam laporannya, peneliti mengatakan tidak satupun responden anak yang menggunakan ponsel lebih dari 1 jam/pekan.
Temuan ini menghangatkan kembali kontroversi tentang bahaya radiasi ponsel. Pada Mei 2010, organisasi kesehatan dunia WHO sudah memastikan bahwa peningkatan risiko kanker otak akibat radiasi ponsel tidak terlalu signifikan.
Perjalanan Nikotin dari Paru-paru ke Otak hanya 7 detik
Perjalanan Nikotin dari Paru-paru ke Otak Hanya 7 Detik
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Nikotin merupakan salah satu zat yang dilepaskan ketika seseorang merokok. Ternyata waktu yang dibutuhkan oleh nikotin untuk berjalan dari paru-paru ke otak hanya selama 7 detik saja.
Salah satu obat yang paling banyak disalahgunakan penggunaannya adalah nikotin, yaitu bisa berasal dari merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu nikotin juga termasuk salah satu zat yang paling adiktif dibandingkan dengan obat-obatan lain.
Seperti dikutip dari BBCNews, Rabu (8/12/2010) perjalanan nikotin dari paru-paru ke otak terbilang sangat cepat yaitu hanya 7 detik saja. Setelah sampai di otak nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter penting yang terlibat dalam suasana hati (mood), selera makan dan fungsi otak lainnya.
Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat.
Pengguna nikotin bisa dengan cepat menjadi ketergantungan, karena hanya dibutuhkan sedikit rokok untuk bisa membuat seseorang memiliki kecanduan. Jika seseorang tiba-tiba berhenti merokok, maka ia akan mengalami efek balikan (withdrawal effect) seperti cemas dan perubahan suasana hati.
Salah satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kecanduan nikotin biasanya dimulai sejak seseorang mencoba-coba atau bereksperimen dengan rokok selama setahun. Dalam banyak kasus kondisi ini terkadang sudah dimulai sejak seseorang masih bersekolah atau berusia 13-14 tahun.
Sebagai obat murni, nikotin hanya memiliki sedikit efek buruk bagi kesehatan fisik seseorang. Tapi zat-zat kimia lain yang terdapat di dalam rokok dan bergabung dengan nikotin inilah yang bisa menimbulkan banyak kerusakan bagi tubuh. Karena ketika sebuah rokok dibakar dan dihisap, maka ada ratusan senyawa kimia yang dihasilkan dan berisiko besar terhadap kesehatan.
Nikotin awalnya ditemukan oleh duta besar Prancis, Jean Nicot pada pertengahan abad XIV. Saat itu masyarakat mempercayai nikotin sebagai obat. Setengah abad kemudian baru diketahui bahaya dari nikotin bagi tubuh, namun hanya beberapa orang saja yang mampu berkata tidak terhadap nikotin.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Nikotin merupakan salah satu zat yang dilepaskan ketika seseorang merokok. Ternyata waktu yang dibutuhkan oleh nikotin untuk berjalan dari paru-paru ke otak hanya selama 7 detik saja.
Salah satu obat yang paling banyak disalahgunakan penggunaannya adalah nikotin, yaitu bisa berasal dari merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu nikotin juga termasuk salah satu zat yang paling adiktif dibandingkan dengan obat-obatan lain.
Seperti dikutip dari BBCNews, Rabu (8/12/2010) perjalanan nikotin dari paru-paru ke otak terbilang sangat cepat yaitu hanya 7 detik saja. Setelah sampai di otak nikotin akan merangsang pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter penting yang terlibat dalam suasana hati (mood), selera makan dan fungsi otak lainnya.
Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat.
Pengguna nikotin bisa dengan cepat menjadi ketergantungan, karena hanya dibutuhkan sedikit rokok untuk bisa membuat seseorang memiliki kecanduan. Jika seseorang tiba-tiba berhenti merokok, maka ia akan mengalami efek balikan (withdrawal effect) seperti cemas dan perubahan suasana hati.
Salah satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah kecanduan nikotin biasanya dimulai sejak seseorang mencoba-coba atau bereksperimen dengan rokok selama setahun. Dalam banyak kasus kondisi ini terkadang sudah dimulai sejak seseorang masih bersekolah atau berusia 13-14 tahun.
Sebagai obat murni, nikotin hanya memiliki sedikit efek buruk bagi kesehatan fisik seseorang. Tapi zat-zat kimia lain yang terdapat di dalam rokok dan bergabung dengan nikotin inilah yang bisa menimbulkan banyak kerusakan bagi tubuh. Karena ketika sebuah rokok dibakar dan dihisap, maka ada ratusan senyawa kimia yang dihasilkan dan berisiko besar terhadap kesehatan.
Nikotin awalnya ditemukan oleh duta besar Prancis, Jean Nicot pada pertengahan abad XIV. Saat itu masyarakat mempercayai nikotin sebagai obat. Setengah abad kemudian baru diketahui bahaya dari nikotin bagi tubuh, namun hanya beberapa orang saja yang mampu berkata tidak terhadap nikotin.
Langganan:
Postingan (Atom)